Pelatihan sekaligus pemaparan materi edukasi dan informasi mengenai penanganan pasien Covid-19 oleh Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An.KlC-KAKV
Pelatihan sekaligus pemaparan materi edukasi dan informasi mengenai penanganan pasien Covid-19 oleh Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An.KlC-KAKV

Docquity Tawarkan Wadah Rekrutmen dan Pelatihan Relawan Medis

Teknologi teknologi aplikasi startup
Lufthi Anggraeni • 29 Juni 2020 10:18
Jakarta: Di Indonesia, terdapat dua tantangan dalam implementasi penanganan pandemi Covid-19. Pertama, bagaimana menambah jumlah tenaga medis yang bersumber dari relawan. Kedua, bagaimana membekali mereka dengan pengetahuan tentang standar penanganan Covid-19 sesuai rujukan WHO.
 
Tantangan dinilai makin sulit karena pemerintah menerapkan PSBB yang membatasi mobilitas serta ditambah dengan tren meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 meningkat hampir 1.000 orang. Sinergi dengan pihak eksternal sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya dalam menambah jumlah personil tenaga kesehatan.
 
Docquity menyebut ingin menjadi platform digital berkumpulnya para dokter yang telah terverifikasi, mendukung akan hal ini dengan menyediakan layanan rekrutmen dokter relawan serta pelatihannya secara daring, yang kemudian dikerahkan untuk menangani pasien Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebagai mitra pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Docquity menyambut baik kerja sama dengan Kemenkes dalam perekrutan dan memberikan pelatihan bagi para dokter relawan sesuai standar WHO untuk menangani pasien wabah Covid-19 melalui platform kami,” kata Amit Vithal, Co-Founder Docquity.
 
Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan kesepakatan Docquity dengan Kementrian Kesehatan pada 19 Maret 2020 lalu. Docquity resmi menjadi anggota dari Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) untuk perekrutan dan pemberian pelatihan bagi tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.
 
Menurut data yang terkumpul per 11 Juni 2020, sebanyak 887 dokter telah mendaftar yang terdiri dari 677 dokter umum dan sisanya adalah dokter spesialis. Sebagian besar dokter relawan yang tergabung berasal dari pulau Jawa dengan anggota terbanyak dari DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung.
 
Kemudian sisanya sejumlah 40 persen berasal dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Flores. Hal ini pula menunjukkan tingginya jiwa kemanusiaan para dokter di seluruh Indonesia untuk bergandengan tangan dalam memerangi Covid19 di garis terdepan.
 
Setelah menyelesaikan pelatihan, para dokter tersebut akan disalurkan ke beberapa lokasi titik tempat pasien Covid-19 yaitu di Wisma Atlet Kemayoran dan rumah sakit daerah lainnya di Indonesia.
 
“Materi pelatihan yang kami berikan salah satunya adalah penanganan pasien Covid-19 yang berpusat pada upaya pencegahan perburukan penyakit, khususnya teknik penanganan pasien kritis. Hal ini dikarenakan para dokter yang sudah direkrut akan lebih banyak bertemu pasien dalam tahap lanjut dari penyakit Covid-19 dan bukan yang baru memiliki gejala awal ataupun pasien dalam pengawasan (PDP),” kata Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An.KlC-KAKV selaku Ketua PP PERDATIN (Perhimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif Indonesia).
 
Amit menambahkan, pelatihan bagi para dokter relawan dilakukan secara rutin, sebanyak 3 hingga 4 kali yang diadakan secara langsung setiap harinya dengan membahas topik dari cabang ilmu yang berbeda-beda.
 
Ini diharapkan para dokter relawan terus mendapatkan pengetahuan baru setiap hari, seiring dengan pengalaman perkembangan kasus pasien Covid-19 yang ditemukan.
 
“Kami optimistis Docquity terus berkembang sehingga dapat membantu meningkatkan sektor industri kesehatan di Indonesia guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Kami berharap turut ambil bagian dalam mengakselerasi kemampuan pelayanan medis melawan wabah Covid-19 di Indonesia,” tutup Amit.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif