BSSN menegaskan bahwa data pasien COVID-19 di Indonesia aman dan tidak bocor seperti rumor.
BSSN menegaskan bahwa data pasien COVID-19 di Indonesia aman dan tidak bocor seperti rumor.

BSSN Jamin Data Pasien Covid-19 di Indonesia Aman

Teknologi teknologi cyber security
Lufthi Anggraeni • 22 Juni 2020 10:40
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa data pasien COVID-19 sebanyak 230 ribu pasien di Indonesia aman dari tindak kebocoran data. Pernyataan ini menanggapi rumor terkait kepemilikan data pasien Covid-19 oleh akun Database Shopping.
 
Rumor yang sebelumnya santer beredar di internet menyebut bahwa akun Database Shopping memiliki data ratusan ribu pasien penderita penyakit akibat virus korona tersebut dan memperjualbelikannya di forum situs gelap RaidForums.
 
"BSSN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas terkait untuk memastikan bahwa tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada sistem elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi Covid-19," ungkap Juru Bicara BSSN Anton Setiyawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BSSN juga menyebut telah mengambil langkah terukur guna memastikan keamanan sistem elektronik dan terus melakukan hal tersebut. Selain itu, BSSN juga menegaskan meningkatkan kolaborasi aktifnya dengan berbagai pihak untuk mengamankan data terkait penanganan pandemik Covid-19.
 
Meskipun demikian, BSSN juga menyebut bahwa upaya yang dilakukan oleh pihaknya tidak akan optimal tanpa bantuan dari pihak lain, sehingga mengimbau semua unsur yang terlibat dalam penanganan pandemi untuk menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi.
 
Selain itu, BSSN mengimbau pihak terkait untuk membangun budaya keamanan siber dalam pengelolaan sistem elektronik yang dimanfaatkan pihak terkait tersebut. Sebagai informasi, keamanan siber telah diatur di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Pada Pasal 46 Ayat 2 UU 11 ITE tahun 2008, akses tidak sah terhadap suatu sistem elektronik akan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama selama tujuh tahun dan/atau denda paling banyak sebesar Rp700 juta.
 
Sebelumnya, pelaku kejahatan siber mengklaim memiliki 230 ribu data warga Indonesia yang mengikuti tes Covid-19, dan memajangnya di forum online RaidForums sejak hari Kamis 18 Juni 2020 lalu. Pelaku dengan nama akun Database Shopping ini menyebut bahwa dirinya berniat menjual data tersebut untuk pihak yang tertarik.
 
Namun pelaku tidak menyebut harga jual yang dipatoknya untuk data warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut. Pelaku hanya memberikan sedikit bocoran data, mencakup nama, tanggal laporan, alamat lengkap, kondisi kesehatan, tanggal ambil sampel, riwayat kontak dan lainnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif