Red Hat Perkuat Talenta Digital Indonesia.
Red Hat Perkuat Talenta Digital Indonesia.

Red Hat Perkuat Talenta Digital Indonesia

Mohamad Mamduh • 17 April 2025 07:41
Jakarta: Red Hat, perusahaan penyedia solusi open source terkemuka di dunia, semakin memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem talenta teknologi Indonesia melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari program pelatihan hingga kerja sama aktif dengan institusi pendidikan tinggi.
 
Di tengah pertumbuhan eksponensial teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), cloud, dan manajemen layanan IT, Red Hat menyadari pentingnya peningkatan keterampilan digital agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.
 
Dalam ajang Red Hat Media Luncheon 2025, Country Manager Red Hat Indonesia, Vony Tjiu, menegaskan bahwa saat ini Indonesia telah menjadi salah satu dari tiga negara dengan basis pengguna Red Hat Academy terbesar di kawasan Asia, sejajar dengan India dan Tiongkok.

Menurutnya, pertumbuhan ketertarikan terhadap teknologi open source di Indonesia saat ini sudah tidak hanya sebatas awareness, tetapi telah bertransformasi menjadi permintaan aktif terhadap pelatihan dan sertifikasi. Hal ini tercermin dari peningkatan permintaan harian dari berbagai mitra yang ingin bergabung dalam jaringan Red Hat Academy.
 
“Open source kini jadi pilihan utama karena lebih fleksibel, dapat diakses oleh siapa saja, dan yang paling penting, lebih mudah mencetak talenta lokal yang siap kerja. Tantangan utama kami saat ini bukan lagi soal kesadaran, tapi soal memperkuat kapasitas dan struktur pelatihan agar bisa mengimbangi kebutuhan industri,” jelas Vony.
 
Melalui Red Hat Academy yang sudah bermitra dengan lebih dari 200 universitas dan institusi pendidikan di Indonesia, Red Hat menawarkan akses tanpa biaya ke berbagai modul pelatihan berbasis platform, mulai dari kursus online, laboratorium praktik, hingga sertifikasi resmi. Sejak 2024, lebih dari 7.500 pelajar di Indonesia telah mendapatkan manfaat dari program ini, dan beberapa di antaranya bahkan sudah bergabung dengan mitra maupun pelanggan Red Hat melalui Red Hat Talent Network.
 
Red Hat juga terus memperluas inisiatif pendidikannya dengan Red Hat Instructed Day, yang menghadirkan lebih dari 20 instruktur tersertifikasi untuk membimbing para peserta dalam pelatihan intensif. Kompetisi berskala nasional pun digelar guna mencari instruktur terbaik yang dapat menjadi penggerak literasi open source di kampus-kampus Indonesia.
 
Bagi dunia industri, Red Hat menawarkan Learning Subscription, sebuah solusi pelatihan berkelanjutan yang memungkinkan tim IT dari berbagai latar belakang baik pemula hingga profesional untuk memperbarui keterampilan mereka dalam menerapkan teknologi Red Hat seperti OpenShift, Ansible, JBoss EAP, dan kini juga AI/ML.
 
Salah satu inovasi terbaru Red Hat adalah peluncuran kursus Developing and Deploying AI/ML Applications on Red Hat OpenShift AI (AI267) yang mengintegrasikan prinsip DevOps dan MLOps ke dalam pengembangan kecerdasan buatan.
 
“Dengan volume data yang semakin besar, kami melihat kecenderungan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mulai membangun model AI sendiri agar data tetap bersifat privat. Inilah mengapa model hybrid sangat kami dorong di mana datanya tetap milik perusahaan, tapi teknologinya tetap terbuka,” ujar Vony.
 
Beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Tanobel telah membuktikan efektivitas teknologi Red Hat. Keduanya melaporkan peningkatan efisiensi signifikan setelah mengadopsi platform Red Hat dan melatih tim mereka melalui Red Hat Learning Subscription.
 
Dirjen Perbendaharaan, misalnya, mencatat efisiensi pengembangan aplikasi hingga 50%, sementara Tanobel berhasil menjalankan 90% beban kerjanya di OpenShift setelah menerapkan strategi kontainerisasi.
 
Untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan talenta nasional, Red Hat juga aktif bermitra dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan. Melalui sinergi ini, pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan SDM yang siap masuk ke pasar kerja digital global.
 
Di tengah kompetisi regional yang ketat, Red Hat percaya bahwa kunci utama untuk mengangkat daya saing Indonesia adalah mempercepat pelatihan dan penerapan teknologi berbasis open source. Dengan fondasi pelatihan yang kuat dan jaringan industri yang luas, Red Hat optimistis Indonesia mampu melahirkan generasi baru profesional IT yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga menjadi penggerak inovasi teknologi masa depan.
 
Puncak dari seluruh inisiatif ini akan dirayakan dalam ajang Red Hat Summit Connect di Boston, yang menjadi panggung bagi peluncuran berbagai inovasi terbaru serta ruang kolaborasi global bagi komunitas open source. Red Hat berharap perwakilan Indonesia dapat terus mengambil peran aktif dalam forum internasional ini untuk membawa talenta nasional ke panggung dunia.
 
(Valesca Saputra)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA