Diam-Diam, Facebook Luncurkan Pesaing TikTok
Facebook Lasso adalah peasing TikTok.
Jakarta: Facebook baru saja meluncurkan aplikasi video berdurasi pendek yang disebut Lasso. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat dan membagikan video dengan filter dan efek khusus.

Dalam aplikasi ini, Anda akan menemukan berbagai alat untuk mengedit video dan menambahkan musik dan teks. Pengguna juga bisa mengikuti para kreator video lain, melihat video-video buatan pengguna lain, dan juga mencari video berdasarkan tagar yang sedang populer. 

Fitur-fitur pada Lasso mirip dengan fitur TikTok, platform video pendek lain. Bytedance Technology, perusahaan Tiongkok yang membeli aplikasi Musical.ly pada 2017 melakukan migrasi akun Musical.ly ke TikTok pada tahun ini, menurut laporan CNET. 


Saat ini, Lasso tersedia untuk pengguna Amerika Serikat. Peluncuran Lasso tampaknya merupakan cara Facebook untuk mendapatkan pengguna yang masih muda. Sekitar 50 persen remaja di AS mengatakan bahwa mereka menggunakan Facebook.

Angka ini turun 20 persen dari 2015, menurut data dari Pew. Sebagai perbandingan, 69 persen remaja menggunakan Snapchat, 72 persen menggunakan Instagram, dan 85 persen menggunakan YouTube. 

Facebook meluncurkan Lasso secara diam-diam. Mereka tidak membuat pengumuman akan peluncuran aplikasi ini pada situs mereka.

"Lasso adalah aplikasi untuk video berdurasi pendek yang lucu," kata juru bicara Facebook dalam sebuah email.

"Mulai dari komedi, kecantikan, hingga kesehatan dan berbagai topik lainnya. Kami melihat adanya potensi di hal ini dan kami akan mengumpulkan masukan dari para pengguna dan juga kreator."

"Lasso, aplikasi video pendek dari Facebook kini tersedia di AS," kata Product Manager Andy Huang. Lasso tersedia untuk iOS dan Android. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.