Ki-ka: Ravi Rajendran, Chris Lin, dan Suresh Nair, Country Manager Veritas Indonesia dan Filipina.
Ki-ka: Ravi Rajendran, Chris Lin, dan Suresh Nair, Country Manager Veritas Indonesia dan Filipina.

Veritas Bisa Bantu Perusahaan Pilah Data

Teknologi teknologi corporate
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Februari 2019 20:53
Jakarta:Smartphone menjadi semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sementara perusahaan berlomba-lomba untuk membuat aplikasi untuk memudahkan para konsumennya. Ini berarti, akan ada semakin banyak data yang tercipta setiap harinya.
 
Menurut IDC, volume data di dunia pada 2018 mencapai 33 zettabytes. Angka ini diperkirakan akan bertambah menjadi 175ZB pada 2025. Perusahaan pun sudah sadar akan pentingnya data.
 
Sayangnya, Veritas menyebutkan, dari semua data yang dimiliki oleh perusahaan, sekitar setengahnya merupakan data yang tidak diketahui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lima puluh persen data perusahaan adalah dark data, perusahaan tidak tahu apa data itu. Bisakah Anda membayangkan biaya yang terbuang sia-sia? Setiap biaya yang Anda keluarkan, setengahnya digunakan untuk menyimpan data yang bahkan Anda tidak ketahui," kata Chris Lin, Senior Vice President, Sales, Veritas Asia Pacific & Japan.
 
Di sinilah peran Veritas. Selain menawarkan solusi backup dan recovery, Veritas juga mengatakan bahwa mereka juga bisa membantu perusahaan untuk memilh data yang penting.
 
Seiring dengan semakin banyaknya data yang dimiliki perusahaan, maka semakin besar pula biaya storage yang harus mereka keluarkan. Padahal, nilai setiap data berbeda-beda.
 
Sebagian data tidak lagi berarti seiring dengan berjalannya waktu. Jika perusahaan bisa membedakan data yang sangat penting dengan data yang tidak terlalu penting, maka mereka bisa mengarsipkan data yang dirasa sudah tua dan tidak sangat diperlukan dalam operasional perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa menghemat biaya storage.
 
Di Indonesia, perusahaan juga perlu bisa mengkategorikan data yang mereka miliki karena pemerintah menetapkan bahwa ada data-data penting -- seperti data yang menyangkut ketahanan negara -- yang hanya boleh disimpan di data center lokal. Veritas menyebutkan, mereka juga bisa membantu para klien memenuhi regulasi yang ada.
 
Jika perusahaan ingin melakukan transformasi digital dan hendak mulai menggunakan cloud, Veritas juga bisa membantu perusahaan untuk memindahkan data dan operasi mereka dari data center sendiri (on-premise) ke cloud.
 
Veritas juga akan membantu perusahaan mengatur cloud ketika mereka memutuskan untuk menggunakan layanan dari lebih dari satu penyedia layanan cloud.
 
Menurut Managing Director, Veritas Asia Selatan, Ravi Rajendran, perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah menyadari pentingnya perlindungan data. Meskipun begitu, Veritas tetap mengadakan Tech Symposium yang diadakan di Hotel Fairmont untuk semakin meningkatkan kesadaran persuahaan di Indonesia.
 
Chris mengatakan, apa yang terjadi di Indonesia tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik dan Jepang. Memang, ada beberapa negara yang mengadopsi teknologi baru dengan lebih agresif dari Indonesia.
 
Meskipun begitu, menurutnya, Indonesia sebagai negara berkembang juga memiliki kesempatan untuk melakukan leapfrog teknologi dan bisa menjadi lebih canggih dari negara tetangga.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi