Solutions Director Customer Experience Dimension Data Pranay Anand.
Solutions Director Customer Experience Dimension Data Pranay Anand.

Otomasi tak Bakal Gantikan Manusia

Teknologi corporate transformasi digital dimension data kecerdasan buatan
Lufthi Anggraeni • 13 Februari 2019 22:46
Jakarta: Dimension Data menilai saat ini kesadaran perusahaan di Indonesia terkait digitalisasi proses cukup baik, meski meningkatkan kesadaran organisasi terhadap keuntungan yang dapat diperoleh dari otomasi dan digitalisasi menjadi pekerjaan rumah di Indonesia.
 
“Meski sudah cukup baik, namun perusahaan masih perlu edukasi untuk dapat mengetahui manfaat dan risiko, serta mengidentifikasi teknologi otomasi akan dipergunakan untuk apa,” ujar Solutions Director Customer Experience Dimension Data Pranay Anand.
 
Namun seperti pendapatan sejumlah pelaku industri lain, Dimension Data turut menyepakati bahwa peran teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), tidak akan secara sepenuhnya mengambil peran manusia untuk dapat menghadirkan pengalaman konsumen yang menyenangkan, meski di era transformasi saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otomasi disebut Anand tidak akan dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya dalam menyuguhkan pengalaman menyenangkan bagi konsumen, terutama di tahun pertama.
 
Teknologi pembelajaran mesin masih perlu belajar untuk menghimpun dan menyempurnakan data dari perilaku konsumen yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman yang baik.
 
Sebab hingga saat ini, otomasi proses dalam hal layanan konsumen guna menciptakan pengalaman konsumen yang baik masih mengandalkan perangkat robotik.
 
Sayangnya, perangkat robotik ini belum dapat menghadirkan layanan yang dinamis, bahkan cenderung statis karena hanya mampu menyuguhkan layanan yang telah diprogramkan kepadanya.
 
Selain itu, penyempurnaan data yang dicapai mesin justru dinilai akan meningkatkan kemampuan manusia sehingga sumber daya manusia dapat dialihkan ke bagian lain yang lebih membutuhkan.
 
Sehingga hal ini juga akan berdampak pada biaya pengeluaran untuk sumber daya manusia meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan mereka.
 
Guna dapat memanfaatkan teknologi otomasi di bisnis, Anand menyebut pemahaman harus dimiliki oleh seluruh lapisan pekerja di organisasi. Organisasi dinilai harus memiliki rencana yang baik, yang tidak hanya dipahami oleh level eksekutif, namun seluruh pegawai agar tercipta eksekusi yang tepat dan sesuai.
 
Selain tingkat pemahaman yang kurang, penerapan otomasi juga menghadapi sejumlah tantangan seperti regulasi pemerintah terkait dengan otomasi yang belum terdefinisi dengan baik. Definisi tidak pasti pada regulasi yang diatur pemerintah juga menimbulkan tantangan lain dalam hal keamanan.
 
Sebab tidak hanya belum mendefinisikan batasan yang dapat dilakukan dan tidak boleh terkait otomasi, pemerintah juga belum mendefinisikan keamanan yang menjadi standar dan perlu dilakukan organisasi saat memanfaatkan teknologi otomasi. Padahal, Anand menyebut keamanan menjadi ancaman tersebar saat ini terkait dengan digitalisasi.
 
“Keamanan bukan menjadi faktor yang bisa dipertimbangkan di akhir, tapi harus telah masuk dalam perencanaan awal. Keamanan siber bukan hal yang dilakukan saat telah terjadi sesuatu,” pungkas Anand.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif