Twitter Versi iOS Mulai Pasang Opsi Pelaporan
Twitter menggulirkan update berbekal opsi pelaporan spam baru dan ikon pembuat tweet baru.
Jakarta: Twitter masih menjalankan upayanya dalam menghadirkan pengalaman penggunaan lebih baik pada aplikasi versi iOS karyanya.

Upaya ini diwujudkan Twitter dengan menghadirkan sejumlah peningkatan seperti ikon pembuatan tweet baru dan opsi laporan spam tambahan.

Pada opsi pelaporan, The Verge melaporkan bahwa Twitter menyediakan empat opsi baru, yang dapat dipilih pengguna setelah melaporkan tweet yang dinilai mencurigakan atau mengganggu.


Salah satu opsi tersebut termasuk alasan yang menyebut bahwa akun pengunggah tweet merupakan akun palsu.

Opsi lainnya menyatakan bahwa tweet dilengkapi dengan tautan yang berpotensi berbahaya, mencurigakan atau merupakan situs penipuan, serta opsi bahwa tweet dilengkapi dengan tagar yang tidak relevan, menggunakan fungsi balas untuk spam, serta hal lainnya.

Selain itu, Twitter juga tengah menguji cara baru bagi pengguna untuk tetap mampu mengikuti seluruh tweet secara langsung pada aplikasi versi iOS.

Cara tersebut berupa mengetuk ikon bintang di sudut kanan atas aplikasi, memungkinkan aplikasi menampilkan tweet terbaru di lini masa mereka, dan bukan tweet terpopuler.

Sementara itu, ikon pembuatan tweet baru hadir mengambang pada tampilan layar, dinilai sesuai dengan pengguna perangkat mobile yang kerap kali beraktivitas di aplikasi dengan satu tangan. Pengguna juga dapat menekan dan menahan ikon pembuatan tweet baru tersebut untuk mengakses draft, foto dan galeri GIF.

Sebelumnya, Twitter mengumumkan perubahan terkait penghapusan unggahan di jejaring sosialnya, atau dikenal dengan sebutan Tweet. Perubahan ini untuk memberikan informasi terkait alasan penghapusan tweet, akibat melanggar Twitter Rules, atau dihapus secara manual oleh penulis.

Twitter baru saja mengumumkan bahwa Moments akan tetap menjadi fitur yang tersedia secara eksklusif pada aplikasi versi desktop. Untuk saat ini, pengguna Android dan iOS masih dapat memanfaatkan fitur ini, meski dukungan tersebut berhenti pada 23 Oktober.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.