Pentagon Ingin Ponsel Mampu Pantau Kesehatan Tentara
Tentara Amerika Serikat menggunaka smartphone (GETTY IMAGES)
Jakarta: Badan pertahanan Amerika Serikat Pentagon mengumumkan keinginannya untuk menciptakan sebuah aplikasi smartphone yang bisa mendeteksi kesehatan tentara.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah menghibahkan dana sebesar USD5,1 juta (Rp70 miliar) kepada perusahaan sistem keamanan Ktyptowire untuk mengembangkan teknologi Warfighter Analytics menggunakan smartphone untuk bidang kesehatan.

Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan seluruh sensor yang ada di ponsel untuk mendeteksi dan mengumpulkan catatan hasil pemantauan kesehatan tentara yang menggunakannya. Jadi seorang dokter atau perawat bisa lebih awal memberikan pengobatan atau pencegahan medis terhadap kondisi kesehatan penggunanya.


Pihak Kryptowire menuturkan bahwa mereka akan menggunakan seluruh fitur dan sensor di smartphone untuk menganalisis kebiasaan penggunanya berinteraksi dengan perangkat, sehingga nantinya bisa diolah dan dicocokkan dengan ilmu medis.

Sayangnya hal ini juga mendapat kecaman karena dianggap memberikan celah bagi privasi penggunanya. Pentagon kemungkinan mampu mencuri informasi yang lain dari akses aplikasi tersebut ke berbagai sensor yang ada di smartphone.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat kebijakan dari American Civil Liberties Union Jay Stanley. "Semua orang pastinya tidak akan mau merasa dipantau kehidupan privasinya, oleh sebab itu perlu aturan dan kontrol yang ketat untuk membatasai teknologi tersebut," tuturnya.

Proyek ini akhirnya kembali memicu predebatan mengenai perlindungan data dan privasi di Amerika Serikat yang kini tengah dihebohkan oleh Facebook.

Pihak Kryptowire sendiri sebagai perusahaan keamanan siber menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah mengamankan data yang diperoleh dan dalam pengolahannya akan dibantu dengan lembaga medis.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.