Facebook Pertimbangkan Versi Gratis Tanpa Iklan
Facebook dilaporkan tengah mempertimbangkan layanan tanpa iklan untuk mencegah pengguna hapus akun dan aplikasi.
Jakarta: Facebook telah melakukan penelitian terkait dengan versi tanpa iklan akan menarik perhatian lebih banyak pengguna media sosial.

Hal ini telah dipertimbangkan Facebook sebelumnya, namun rangkaian insiden akibat Cambridge Analytica, menjadikan saat ini sebagai waktu yang tepat.

Facebook berpendapat bahwa dengan menciptakan layanan tanpa iklan akan mencegah pengguna Facebook menutup akun mereka dan menghapus aplikasi karyanya.


Permasalahan dengan opsi tanpa iklan ini diharapkan dapat menggantikan pendapatan senilai USD41 miliar yang dilaporkan Facebook pada tahun lalu.

Pendapatan ini sebagian besar dihasilkan dengan menjual iklan berbasis data pengguna. Baik CEO Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg pada bulan lalu menyebut bahwa Facebook menjangkau pengguna di seluruh tingkat pendapatan melalui model Facebook yang didukung oleh iklan.

Dan kedua eksekutif ini menambahkan, bahwa keduanya dan Faceboo akan terus menjual iklan politik sebagai cara untuk mendukung "eksperesi gratis".

Hingga saat ini, Facebook belum mengambil keputusan apapun, namun Sanberg mengonfirmasikan bahwa versi berlangganan Facebook tengah didiskusikan.

Saat ini, Sandberg mengaku Facebook tengah memikirkan banyak hal terkait dengan bentuk lain monetisasi termasuk metode berlangganan. Dan Facebook, lanjut Sandberg, akan terus mempertimbangkan berbagai hal yang terkait dengan permasalahan tersebut.

Bahkan jika Facebook menghadirkan versi berlangganan berbayar, Zuckerberg menyebut Facebook akan selalu menyediakan versi gratis untuk jejaring sosial karyanya ini.

Sementara itu, Cambridge Analytica harus mengembalikan data milik Profesor Amerika Serikat bernama David Carroll, dengan ancaman denda tanpa batas.

Profesor Carroll diperkirakan menerima sebagian informasi terkait dengan profil psikologis miliknya, yang disusun oleh perusahaan konsultasi yang kini telah nonaktif.

Data ini menampilkan ketertarikannya pada topik seperti Undang-Undang senjata, imigrasi, layanan kesehatan, edukasi, dan lingkungan. Selain itu, informasi ini juga menampilkan pandangan politik dan pandangan terkait pemilihan pada pemilihan presiden pada tahun 2016.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.