Pentagon Kembangkan Teknologi Identifikasi Video Deepfake

Cahyandaru Kuncorojati 01 Mei 2018 17:50 WIB
teknologi
Pentagon Kembangkan Teknologi Identifikasi Video Deepfake
Wajah pemeran karakter Loki di film Thor: Ragnarok dimanipulasi menggunakan teknologi deepfake.
Jakarta: Badan pengembangan teknologi pertahanan Pentagon Amerika Serikat atau yang dikenal sebagai Pentagon’s Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) tengah mengembangkan teknologi yang bisa mengindentifikasi video hoaks yang dibuat dengan teknologi deepfake.

Bagi Anda yang belum mengetahui deepfake, video deepfake berisi manipulasi gambar video yang dilakukan oleh machine learning sehingga video tersebut menampilkan wajah yang bukan sebenarnya terlihat seperti berada langsung di dalam video tersebut.

Dikutip dari TechCrunch, DARPA telah membiayai proyek penelitan besama dengan grup riset non-profit bernama SRI International untuk mengembangkan teknologi tersebut. Hal ini dilakukan karena belum ada teknologi penyuntingan video yang bisa mengenali secara otomatis apakah video yang diputar sudah dimanipulasi atau belum.


Oleh DARPA program ini dimasukan ke proyek MediFor atau Media Forensic dan disebut tidak akan berhenti hingga idetifikasi video kategori deepfake tapi juga foto maupun gambar. Jadi teknologi ini yang dikembangkan ini termasuk dalam teknologi untuk memberantas hoaks dalam beragam bentuk.

DARPA menjelaskan bahwa teknologi ini nantinya bisa mengidentifikasi sekaligus memberikan informasi mengenai langkah manipulasi yang dilakukan pada video maupun foto tersebut. DARPA menyebutkan nantinya ada beberapa aspek yang akan dianalisa dalam konten video atau audiovisual.

Pertama adalah gerakan mulut, konsistensi suara dan adegan misalnya ukuran ruangan terhadap suara yang ditangkap dalam video, serta identifikasi frame drop yang terjadi dalam video yang sudah dimanipulasi.

Teknologi tahap awal dari proyek ini disebutkan sudah diuji coba oleh DARPA dimana mereka mampu mendeteksi dengan akurasi 75 persen. Meskipun demikian mereka juga menyadari bahwa teknologi mereka mungkin juga akan diadaptasi oleh pihak lain untuk menciptakan konten hoax atau deepfake yang lebih canggih lagi.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.