(kiri) Founder dan CEO AtmaGo, Meena Palaniappan.
(kiri) Founder dan CEO AtmaGo, Meena Palaniappan.

Aplikasi Dinilai Mampu Kurangi Kerugian Akibat Bencana

Teknologi teknologi android aplikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 17 Juli 2019 17:36
Jakarta: Aplikasi media sosial hyperlocal yang berfokus ke penanggulangan bencana alam AtmaGo melakukan riset mengenai peran teknologi seperti aplikasi digital buatanya dalam peristiwa bencana alam.
 
Riset AtmaGo bersama Centre of Innovation Policy Governance dan didanai oleh Qualcomm Wireless Reach bertujuan memahami potensi manfaat serta kekurangan dari penggunaan sistem teknologi informasi dan komunikasi. Ini untuk menyampaikan peringatan darurat dan informasi reduksi risiko bencana.
 
Disebutkan pihak AtmaGo, pertumbuhan pengunaan media sosial termasuk AtmaGo sebagai sumber informasi dan peringatan bencana meningkat. Founder dan CEO AtmaGo, Meena Palaniappan, mengungkapkan hal ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rata-rata, mereka membagikan postingan kepada 28 pengguna lainnya, sehingga berita dan informasi terkait dengan bencana dapat tersebar secara cepat dan efisien," ungkapnya dalam diskusi Kepaduan Sosial dan Ketahanan: Inovasi Dalam Persiapan, Penanggulangan dan Pemulihan Bencana yang digagas Qualcom di Jakarta, hari ini.
 
Fitur peringataan darurat atau dini seperti yang dihadirkan aplikasi AtmaGo diklaim mampu mengurangi risiko kerusakan properti yang disebabkan oleh banjir, atau bencana lainnya hingga nilai Rp4.411.523 per rumah tangga.
 
Dijelaskan lebih lanjut, apabila aplikasi AtmaGo bisa menjangkau 5-10 persen rumah tangga di kawasan Jakarta maka kerugian yang bisa dihindari per tahun mencapai sekitar Rp718 miliar hingga Rp1,5 triliun dengan asumsi 30 persen pengguna mengambil tindakan efektif untuk menanggulangi.
 
Hal ini tentu berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat di lokasi yang rawan terjadi bencana. AtmaGo mengklaim teknologinya mampu membantu mengurangi prevalensi penyakit dan angka kematian yang disebabkan oleh banjir dan bencana lainnya.
 
Prevalensi adalah perhitungan jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah. Angkanya disebut mencapai 643 tahun hidup sehat per 100.000 penduduk berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALYs).
 
Mengutip data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang tahun 2017, Indonesia menghadapai 2.341 bencana alam yang menyebabkan evakuasi 3,49 juta penduduk, kerusakan terhadap sekitar 50.000 rumah dan fasilitas publik, serta 377 kematian.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif