Koku mengumumkan kehadirannya di Indonesia, menawarkan platform teknologi untuk industri finansial.
Koku mengumumkan kehadirannya di Indonesia, menawarkan platform teknologi untuk industri finansial.

Koku Ingin Permudah Layanan Penukaran Uang

Teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 14 Agustus 2019 07:29
Jakarta: Industri teknologi finansial semakin berkembang berkat dorongan perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi.
 
Perkembangannya di Indonesia turut ditandai oleh kemunculan sejumlah pemain di ranah ini mengingat Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan.
 
Hal ini juga diakui oleh Koku, startup di bidang teknologi finansial asal Singapura, yang secara resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia. Berbeda dari layanan finansial yg tengah menjamur di Indonesia, Koku lebih terfokus pada layanan pengiriman dan penukaran uang dalam valuta asing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami bukan sebagai pemain tapi lebih menawarkan teknologi, sebagai platform, untuk pelaku industri layanan finansial di bidang pengiriman dan penukaran mata uang asing. Kami Ingin hadirkan infrastruktur lebih baik, lebih aman dan lebih nyaman diakses bagi perusahaan di ranah ini," ujar Founder dan CEO Koku Calvin Goh.
 
Penawaran layanan berupa platform ini diklaim menjadi pembeda Koku dengan perusahaan teknologi finansial lain. Sebab penawaran Koku memungkinkannya bekerja sama dengan berbagai perusahaan penyedia layanan finansial, baik perbankan maupun non perbankan.
 
Goh menyebut perusahaannya lebih mengutamakan ketersediaan layanan di bidang teknologi dalam bentuk platform, sehingga memungkinkan perusahaan mitranya untuk memperluas cakupan layanannya kepada lebih banyak konsumen.
 
Tidak hanya memudahkan perluasan cakupan layanan, platform karyanya juga memungkinkan mitra untuk terfokus pada aspek bisnis lain dan tidak perlu memikirkan pengembangan teknologi, sebab Koku menawarkan berbagai layanan terkait aspek teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala perusahaan mitra.
 
Sehingga layanannya diklaim memungkinkan mitra untuk menghemat biaya operasional mereka. Untuk pasar Indonesia, Koku menyebut telah mendaftarkan lisensi dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kategori layanan finansial.
 
Saat ini, Koku telah bekerja sama dengan nama besar industri finansial di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk negara asalnya yaitu Singapura, serta Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Filipina.
 
Koku juga menjamin bahwa mereka tidak memiliki akses terhadap data pada platform yang dimanfaatkan mitra. Koku hanya akan mengakses data sesuai dengan izin mitra untuk melakukan analisis data yang menjadi bagian dari layanan yang ditawarkannya.
 
Hingga akhir tahun 2020, Koku menargetkan untuk bekerja sama dengan setidaknya 10 perusahaan finansial perbankan atau non-perbankan di Indonesia. Selain itu, Koku juga menyebut saat ini tengah mengembangkan teknologi autentikasi KYC digital sebagai layanan yang akan ditawarkannya di masa mendatang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif