Google mulai menggulirkan fitur memungkinkan penghapusan hasil penelusuran berisi data pribadi.
Google mulai menggulirkan fitur memungkinkan penghapusan hasil penelusuran berisi data pribadi.

Google Mulai Gulirkan Fitur Permintaan Hapus Data Pribadi di Search

Lufthi Anggraeni • 23 September 2022 09:55
Jakarta: Google mulai menggulirkan fitur yang sebelumnya sempat diumumkannya, memungkinkan pengguna menghapus hasil penelusuran yang berisi kontak atau informasi terkait data pribadi lainnya.
 
Fitur ini mulai dirilis Google ke pengguna secara terbatas di Eropa dan Amerika Serikat, namun belum tersedia secara luas untuk seluruh pengguna. Dengan demikian, pengguna lain masih harus menunggu hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan.
 
Mengutip 9to5Google, untuk sejumlah pengguna yang telah mendapatkan fitur ini, pengguna dapat menemukannya dengan membuka aplikasi Google di Android dan mengetuk avatar profilnya di sudut kanan atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelahnya, akan muncul menu Result about you yang akan membawa pengguna ke laman berisi penjelasan terkait cara mereka dapat meminta Google untuk menghapus hasil penelusuran berisi nomor telepon, alamat rumah, email, atau data pribadi lain.
 
Apabila pengguna menemukan sesuatu saat menelusuri peramban, klik menu tiga titik yang muncul di sudut kanan atas di tiap hasil pencarian. Kemudian, panel About this akan terbuka dengan opsi Remove result baru di bagian bawah layar.
 
Setelahnya, pengguna Google dapat memantau proses penghapusan dari bagian Result about you. Selain feed All request, pengguna juga akan dapat menemukan filter termasuk In progress dan Approved.
 
Selain itu, laman ini juga memungkinkan pengguna mengajukan permintaan baru dengan panduan berisi What would you like to remove this result?. Panduan ini bertujuan untuk mempertanyakan alasan pengguna yang ingin menghapus hasil tersebut.
 
Google menghadirkan pilihan alasan penghapusan hasil, yaitu meliputi karena pencarian menunjukan informasi kontak pribadi, kontak dengan maksud untuk menyakiti pengguna, informasi pribadi lainnya, informasi ilegal dan informasi sudah tidak berlaku.
 
Dalam pengumumannya di I/O beberapa pada Mei 2022, Google menjelaskan bahwa alat ini akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang, meski saat ini diketahui baru dirilis untuk beberapa pengguna di Eropa dan AS.
 
Kala itu, Google menyebut bahwa saat mereka menerima permintaan penghapusan, mereka akan mengevaluasi semua konten di laman web, demi memastikan tidak ada pembatasan informasi yang berguna secara luas, seperti artikel berita.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif