FBI Sebut Apple Menyebalkan Terkait Pembukaan Kunci Ponsel

Lufthi Anggraeni 13 Januari 2018 08:57 WIB
apple
FBI Sebut Apple Menyebalkan Terkait Pembukaan Kunci Ponsel
Ahli di FBI menyebut Apple menyebalkan karena mempersulit proses pembukaan kunci iPhone 5c milik pelaku penembakan.
Jakarta: Tahun lalu, Apple menolak menyerahkan versi khusus iOS kepada FBI, yang disebut sejumlah pengamat teknologi sebagai Govt OS. Software khusus ini memungkinkan petugas pemerintah membuka Apple iPhone 5c milik pelaku penembakan di San Bernardino.

Apple menolak menyerahkan Govt OS karena mengkhawatirkan sistem operasi tersebut dicuri dari FBI, software akan menyebabkan setiap pemilik iPhone rentan terhadap pencurian informasi pribadi dari ponsel oleh peretas.

Dalam International Conference di Cyber Security, ahli forensik FBI Stephone Flatley menyebut Apple sebagai menyebalkan karena mempersulit pihak FBI dalam membuka kunci iPhone. Apple disebut cukup hebat untuk hal genius meski jahat.


Dengan membatasi jumlah password yang dapat dimasukan dalam satu waktu, dari 45 password per satu detik hingga satu password per 18 detik, Apple melawan tindakan yang disebutnya sebagai metode pemaksaan untuk mengakses proses.

Metode tersebut berupaya untuk memasukan berbagai kombinasi password berbeda yang memungkinkan di saat bersamaan. Dengan menurunkan jumlah upaya per menit, Apple mempersulit pihak pemerintah untuk menggunakan metode pemaksaan untuk menebak password.

Flatley menyebut dengan menggunakan iterasi campuran dari 10.000 menjadi 10.000.000, waktu yang dibutuhkan untuk menebak password pada iPhone via metode pemaksaan semakin lama, dari dua hari menjadi dua bulan.

Sementara itu, Flatley memuji perusahaan asal Israel Cellebrite, yang dilaporkan menerima bayaran dari FBI untuk membuka kunci iPhone 5c milik pelaku penembakan di San Bernardino.

Flatley menyebut Cellebrite sebagai anti-Apple, mengungkap cara perusahaan menjual perangkat peretasan ke agensi penegak hukum di seluruh dunia.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.