Pengadilan Tiongkok Menangkan Tuntutan Huawei atas Samsung

Ellavie Ichlasa Amalia 13 Januari 2018 08:16 WIB
samsunghuawei
Pengadilan Tiongkok Menangkan Tuntutan Huawei atas Samsung
Samsung kalah dalam pengadilan melawan Huawei. (AP Photo / Lee Jin-man. File)
Jakarta: Dua tahun lalu, Huawei menuntut Samsung di Tiongkok dan Amerika Serikat atas tuduhan pelanggaran terhadap beberapa paten teknologi komunikasi nirkabel mereka. Sekarang, pengadilan di Shenzhen memutuskan untuk memenangkan Huawei. 

Pengadilan memerintahkan Samsung berhenti menjual semua produk yang menggunakan teknologi yang dilindungi satu paten yang Samsung langgar. Selain itu, Samsung juga diminta untuk membayar ongkos pengadilan, meski jumlahnya tidak banyak, lapor Engadget.

Pengadilan memutuskan untuk memenangkan Huawei setelah mereka menemukan Samsung "dengan niat jahat menunda jalannya proses negoisasi" yang dimulai pada bulan Juli 2011. Pengadilan juga menyebutkan bahwa Samsung "terlihat jelas bersalah". 


Ini adalah babak pertama dalam drama pengadilan yang panjang. Pada awalnya, Huawei tidak berusaha untuk mendapatkan uang denda dari Samsung. Sebagai gantinya, mereka ingin agar perusahaan asal Korea Selatan itu setuju untuk menandatangani perjanjian lisensi silang. Namun, Samsung justru balas menuntut Huawei. 

Pada akhirnya, perusahaan asal Tiongkok tersebut menuntut Samsung di dua kota lain di negara asalnya. Bulan April lalu, Pengadilan Quanzhou Intermediate People juga memenangkan Huawei, memaksa Samsung untuk membayar denda sebesar USD11,6 juta (Rp154,7 miliar). 

Sebagai jawaban dari keputusan pengadilan terbaru ini, Samsung mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyebutkan, mereka akan meninjau kembali keputusan mereka dan akan mengambil langkah yang sesuai.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.