Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Perusahaan Harus Perhatikan Celah Keamanan Telehealth

Teknologi cyber security kaspersky telemedicine
Lufthi Anggraeni • 26 November 2021 12:14
Jakarta: Peristiwa global dalam sektor kesehatan pada 2019-2020 telah mengubah persepsi orang tentang industri ini.
 
Organisasi medis telah beradaptasi dengan kondisi baru, dan hari ini, 56 persen institusi kesehatan berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam solusi telehealth dan perawatan virtual.
 
Kaspersky melakukan survei terhadap para pembuat keputusan di industri kesehatan untuk mempelajari bagaimana transformasi digital industri berjalan dan masalah apa yang menurut mereka harus dipecahkan demi menciptakan kemudahan dan kesamarataan akses ke perawatan yang terjangkau, cepat, dan berkualitas.
 
Menurut penelitian Kaspersky, 71 persen responden global percaya bahwa layanan telehealth akan memberikan nilai tambah terbesar bagi sektor kesehatan dalam lima tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para profesional mencatat bahwa pengobatan jarak jauh merupakan hal yang praktis dan bermanfaat dari berbagai sisi, dengan keuntungan seperti jangkauan langsung, penularan penyakit yang lebih sedikit antara pasien dan staf, hingga kemampuan untuk membantu lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat.
 
Pendekatan positif ini sejalan dengan praktik medis nyata. Hampir setengah dari organisasi (42 persen) setuju, bahwa sebagian besar pasien mereka lebih tertarik pada sesi jarak jauh daripada tatap muka karena kenyamanan yang ditawarkan.
 
Fitur menarik lainnya bagi pelanggan adalah bahwa teknologi modern menghemat waktu, tenaga dan uang dan memberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan spesialis yang lebih berpengalaman.
 
Manfaat ini telah menyebabkan layanan telehealth menjadi lebih diminati oleh pasien dari semua kelompok umur.
 
Berlawanan dengan stereotip bahwa orang tua cenderung tidak mempercayai teknologi modern, hanya 51 persen yang sepakat bahwa mayoritas pasien organisasi mereka yang menggunakan format jarak jauh berusia di bawah 50 tahun.
 
Layanan paling umum yang disediakan oleh organisasi adalah telehealth sinkron (51 persen), seperti komunikasi waktu nyata dengan pasien, termasuk panggilan video atau obrolan.
 
Layanan terpopuler kedua adalah pemantauan pasien jarak jauh melalui perangkat yang dapat digunakan (41 persen), diikuti oleh teknologi telehealth asinkron (39 persen). Metode ini mengumpulkan dan menyimpan data pasien dalam platform berbasis cloud yang aman untuk digunakan lebih lanjut oleh perawat profesional.
 
Namun, 74 persen responden mengalami kasus di mana pasien menolak panggilan video dengan staf medis, dengan 52 persen melaporkan bahwa orang menolak layanan telehealth karena masalah privasi atau data.
 
Alasan lain yang dikutip termasuk kurangnya kepercayaan umum terhadap telehealth (33 persen), perasaan enggan untuk tampil di video (32 persen) dan peralatan yang kurang memadai (30 persen).
 
Faktanya, bukan hanya pasien yang mengkhawatirkan privasi: 81 persen penyedia layanan kesehatan menyatakan bahwa dokter di organisasi mereka telah menyuarakan keprihatinan tentang perlindungan data pasien saat melakukan sesi jarak jauh, dan hanya 36 persen responden yang sangat yakin bahwa organisasi mereka memiliki langkah-langkah keamanan yang tepat.
 
“Kepercayaan selalu menjadi indikator penting bagi sektor kesehatan. Tetapi hari ini, karena semakin banyak organisasi medis mengandalkan teknologi dan penawaran digital untuk mendukung layanan mereka, begitupun pasien yang ingin merasa aman tentang privasi data medisnya," komentar Evgeniya Naumova, Executive Vice President, Corporate Business di Kaspersky.
 
"Itu berarti tingkat kepercayaan dalam industri berhubungan erat dengan kemampuan penyedia untuk memastikan keamanan dari informasi sensitif yang mereka kumpulkan, simpan, dan bagikan."
 
"Mereka harus terus mengevaluasi tingkat pertahanan saat ini, dan dengan bijak mengadopsi solusi dan alat yang tepat. Dengan cara ini, mereka akan membangun masa depan yang lebih cerah di mana jarak atau risiko keamanan siber tidak akan menjadi penghalang dan semua orang dapat menerima bantuan medis berkualitas tinggi.” 
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif