Apple memperkenalkan M6 dan M5 Ultra dengan peningkatan performa serta AI.
Apple memperkenalkan M6 dan M5 Ultra dengan peningkatan performa serta AI.

Apple Perkenalkan Chip M6 dan M5 Ultra

Lufthi Anggraeni • 26 Agustus 2026 16:18
Ringkasnya gini..
  • Apple memperkenalkan M6 berbasis 2nm dengan CPU 12-core, GPU 12-core, dan Dual 16-core Neural Engine.
  • M5 Ultra menjadi chip Apple paling bertenaga dengan CPU hingga 36-core dan GPU hingga 80-core.
  • M5 Ultra mendukung unified memory hingga 512GB dan bandwidth 1,2TB per detik untuk AI lokal.
Jakarta: Apple resmi memperkenalkan dua chip terbaru untuk lini komputasinya, yakni M6 dan M5 Ultra. Keduanya dirancang untuk meningkatkan performa komputasi dan kemampuan kecerdasan buatan (AI), tetapi menyasar kebutuhan berbeda. 
 
Mengutip GSM Arena, M6 debut pada Mac mini terbaru, sedangkan M5 Ultra menjadi chip paling bertenaga Apple dan digunakan pada Mac Studio generasi terbaru. M6 menjadi chip Apple Silicon pertama yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer. 
 
Chip ini membawa CPU 12-core, GPU 12-core dengan Neural Accelerator di setiap core, serta Dual 16-core Neural Engine. Sementara itu, M5 Ultra menggunakan arsitektur quad-die melalui teknologi UltraFusion dan menawarkan hingga 36-core CPU serta 80-core GPU.

Kedua chip tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian Apple terhadap pemrosesan AI secara lokal. Apple menempatkan kemampuan menjalankan model AI langsung di perangkat sebagai salah satu fokus utama, baik untuk kebutuhan pengguna sehari-hari maupun pekerjaan profesional dengan beban komputasi tinggi.

M6 Hadir dengan Proses 2nm dan Neural Engine Ganda

M6 membawa perubahan cukup besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dengan proses fabrikasi 2nm, Apple menyebut chip ini dapat meningkatkan kepadatan transistor sekaligus memberikan peningkatan performa dan efisiensi daya. 
 
M6 memiliki CPU 12-core yang terdiri dari dua super core, empat performance core, dan enam efficiency core. Apple mengklaim M6 menawarkan performa single-threaded tercepat di dunia. Untuk performa multithreaded, M6 disebut mampu mencapai hingga 1,2 kali performa M5 dan hingga 2,4 kali dibandingkan dengan M1. 
 
Kemampuan tersebut ditujukan untuk berbagai pekerjaan, dari penyuntingan gambar dan kompilasi kode hingga pengindeksan file serta pemrosesan AI berbasis agen. Pada sisi grafis, M6 memiliki GPU 12-core, atau dua core lebih banyak dibandingkan dengan M5. 
 
Setiap core GPU dilengkapi Neural Accelerator untuk mempercepat pemrosesan AI. Apple menyebut rancangan tersebut memberikan peningkatan hampir 30% pada peak GPU compute untuk AI dibandingkan dengan M5 dan lebih dari delapan kali lipat dibandingkan dengan M1.
 
M6 juga menjadi chip yang membawa Dual 16-core Neural Engine. Apple mengklaim konfigurasi tersebut memberikan hingga dua kali peak compute dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sistem framework dapat menggunakan kedua Neural Engine secara bersamaan sehingga aplikasi berpotensi memperoleh peningkatan kecepatan ketika menjalankan model AI di perangkat.
 
Untuk memori, M6 mendukung unified memory hingga 32GB dengan bandwidth mencapai 170GB per detik. Angka tersebut meningkat 10 persen dibandingkan M5 dan mencapai 2,5 kali bandwidth M1. Apple menyebut kemampuan tersebut dapat membantu pengguna menjalankan berbagai aplikasi berat sekaligus maupun model bahasa besar secara lokal.
 
Apple Perkenalkan Chip M6 dan M5 Ultra

M5 Ultra Jadi Chip Apple Paling Bertenaga

Berbeda dengan M6 yang ditujukan untuk pengguna umum hingga pengembang dan penggemar AI, M5 Ultra dirancang untuk kebutuhan profesional dengan tuntutan komputasi yang jauh lebih tinggi. Apple menyebutnya sebagai chip paling bertenaga yang pernah dibuatnya. 
 
Target penggunaan chip mencakup rendering 3D, efek visual, analisis ilmiah, pengeditan video beresolusi tinggi, serta model AI yang membutuhkan kemampuan komputasi besar. M5 Ultra menggunakan teknologi UltraFusion untuk menghubungkan dua chip M5 Max dual-die dan membentuk arsitektur quad-die. 
 
Ini menjadi pertama kalinya arsitektur quad-die digunakan dalam sistem-on-chip Apple Silicon. Teknologi tersebut menghasilkan bandwidth antar die lebih dari 4,4TB per detik dan memungkinkan keempat die bekerja sebagai satu prosesor terpadu.
 
Chip tersebut memiliki CPU hingga 36-core yang terdiri dari 12 super core dan 24 performance core. Apple menyebut performa single-threaded-nya mencapai hingga 1,25 kali lebih tinggi dibandingkan dengan M3 Ultra, sedangkan performa multithreaded mencapai hingga 1,3 kali lebih tinggi.
 
Pada sektor grafis, M5 Ultra memiliki GPU hingga 80-core. Setiap core GPU dilengkapi Neural Accelerator, sehingga Apple mengklaim peak GPU compute untuk AI dapat mencapai 4,5 kali M3 Ultra dan lebih dari enam kali M1 Ultra. 
 
GPU tersebut juga membawa pembaruan shader core, Dynamic Caching generasi kedua, hardware-accelerated mesh shading, serta ray tracing generasi ketiga. Apple menyebut kemampuan grafis M5 Ultra dapat memberikan performa hingga 40% lebih cepat dibandingkan dengan M3 Ultra. 
 
Chip ini juga memiliki Media Engine yang mendukung hardware H.264 dan HEVC, empat ProRes encode dan decode engine, serta AV1 decode berbasis hardware.

Dukungan Memori hingga 512 GB untuk AI Lokal

Salah satu keunggulan utama M5 Ultra adalah kapasitas unified memory sangat besar. Chip tersebut mendukung memori hingga 512GB dengan bandwidth mencapai 1,2TB per detik. Apple menyebut bandwidth ini 50% lebih tinggi dibandingkan dengan M3 Ultra.
 
Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna menyimpan dataset berukuran besar langsung dalam memori dan menjalankan model bahasa besar dengan ratusan miliar parameter secara lokal. Kemampuan ini terutama ditujukan bagi peneliti, pengembang AI, serta profesional yang membutuhkan pemrosesan data dalam skala besar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada komputasi cloud.
 
Apple juga menyiapkan dukungan software untuk memanfaatkan kemampuan kedua chip tersebut. Framework seperti Core AI, Core ML, Metal, dan Xcode dapat memanfaatkan CPU, GPU, serta Neural Engine untuk menjalankan dan melakukan fine-tuning model AI secara lokal. 
 
Pengembang juga dapat menggunakan Apple Foundation Models, App Intents, maupun model AI buatan sendiri. Dengan M6 dan M5 Ultra, Apple memperluas kemampuan Apple Silicon dari komputasi sehari-hari hingga kebutuhan AI dan pekerjaan profesional berskala besar. 
 
M6 menekankan keseimbangan performa, efisiensi daya, dan AI pada perangkat, sementara M5 Ultra ditujukan untuk beban kerja yang membutuhkan kapasitas CPU, GPU, dan memori dalam jumlah besar.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA