Menariknya, beberapa perangkat tersebut tidak hanya mengandalkan desain, tetapi juga membawa spesifikasi yang cukup kompetitif untuk penggunaan harian seperti media sosial, gaming ringan, hingga fotografi kasual.
Berikut deretan HP Android desain mirip iPhone harga Rp1 jutaan yang resmi hadir di Indonesia.
Tecno Spark 40 NFC
Tecno Spark 40 NFC menjadi salah satu HP murah yang cukup menarik perhatian karena desain modul kameranya sekilas menyerupai iPhone generasi Pro.Smartphone ini menggunakan susunan dua kamera besar dalam frame persegi dengan bodi flat yang terlihat modern untuk kelas entry-level.
Di Indonesia, Tecno Spark 40 NFC hadir dengan layar IPS LCD 6,78 inci Full HD+ refresh rate 120Hz. Layarnya sudah mendukung tampilan mulus untuk scrolling media sosial maupun gaming ringan.
Untuk performa, smartphone ini ditenagai chipset MediaTek Helio G91 yang dipadukan RAM hingga 8GB serta fitur extended RAM. Kapasitas penyimpanannya mencapai 256GB.
Sektor kamera mengandalkan sensor utama 50MP AI camera, sedangkan baterainya berkapasitas 5000mAh dengan fast charging 45W. Saat diluncurkan di Indonesia, Tecno Spark 40 NFC dibanderol mulai Rp1,8 jutaan.
realme C53
Realme C53 menjadi salah satu HP Android murah yang cukup populer karena membawa desain kamera belakang ala iPhone lengkap dengan frame kamera besar dan warna bodi glossy.Smartphone ini hadir dengan layar IPS LCD 6,74 inci refresh rate 90Hz dan tingkat kecerahan hingga 560 nits.
Di sektor performa, realme C53 menggunakan chipset Unisoc T612 yang dipadukan RAM hingga 6GB dan penyimpanan internal 128GB. Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP AI Camera, sedangkan kamera depannya 8MP untuk selfie dan video call.
Realme juga membekali perangkat ini dengan baterai 5000mAh dan dukungan fast charging 33W SuperVOOC. Saat debut di Indonesia, realme C53 dijual mulai Rp1.999.000.
nubia V80 Design
Nubia V80 Design termasuk salah satu smartphone entry-level yang cukup agresif mengusung desain premium ala iPhone. Bagian belakangnya menggunakan modul kamera besar dengan tampilan minimalis dan frame flat yang terlihat modern.HP ini dibekali layar 6,7 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz yang cukup jarang ditemui di kelas harga terjangkau. Performa nubia V80 Design mengandalkan chipset Unisoc T606 dengan RAM 8GB dan memori internal 256GB.
Untuk fotografi, smartphone ini membawa kamera utama 50MP AI Camera dan baterai 5000mAh dengan dukungan pengisian cepat 22,5W. Saat meluncur di Indonesia, nubia V80 Design dipasarkan di kisaran Rp1,7 jutaan.
Itel A100 Pro
Itel A100 Pro menjadi salah satu HP murah yang mengusung desain kamera belakang besar ala iPhone meski bermain di kelas entry-level.Smartphone ini hadir dengan layar IPS LCD 6,6 inci HD+ dan desain punch hole yang membuat tampilannya terlihat lebih modern dibanding HP murah generasi lama. Perangkat ini menggunakan chipset Unisoc dipadukan RAM 4GB serta fitur RAM virtual tambahan.
Untuk kebutuhan fotografi, Itel menyematkan kamera AI dengan desain dual camera besar di bagian belakang. Kapasitas baterainya mencapai 5000mAh untuk penggunaan harian. Di Indonesia, Itel A100 Pro dipasarkan di rentang harga Rp1 jutaan.
Infinix Smart 8 Plus
Infinix Smart 8 Plus menjadi salah satu HP entry-level yang cukup ramai dibicarakan karena desain kameranya mirip iPhone sekaligus membawa spesifikasi menarik di kelas harga murah.HP ini hadir dengan layar 6,6 inci HD+ refresh rate 90Hz serta fitur Magic Ring yang menyerupai Dynamic Island milik iPhone. Untuk performa, Infinix Smart 8 Plus menggunakan chipset MediaTek Helio G36 dengan RAM 4GB dan memori internal 128GB.
Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP AI Camera, sementara baterainya menjadi salah satu daya tarik utama dengan kapasitas 6000mAh dan fast charging 18W. Saat dirilis resmi di Indonesia, Infinix Smart 8 Plus dibanderol mulai Rp1,4 jutaan.
Kenapa Desain Kamera Mirip iPhone Makin Populer?
Desain kamera ala iPhone kini menjadi salah satu tren paling banyak diikuti produsen Android, termasuk di kelas harga murah.Modul kamera besar dengan susunan simetris dianggap memberi kesan premium dan modern meski perangkat dijual di segmen entry-level.
Selain faktor estetika, desain seperti ini juga dinilai lebih menarik untuk pengguna muda yang aktif di media sosial dan ingin tampilan smartphone terlihat lebih flagship tanpa harus membeli perangkat mahal.
Meski tampilannya sekilas mirip iPhone, spesifikasi dan pengalaman penggunaan tiap perangkat tentu tetap berbeda tergantung kelas dan harga yang ditawarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News