OutSystems
OutSystems

Agentic Systems Engineering, Pendekatan Baru Pengembangan AI Enterprise

Mohamad Mamduh • 14 April 2026 08:17
Ringkasnya gini..
  • Pendekatan Agentic Systems Engineering dari OutSystems berpusat pada OutSystems Enterprise Context Graph.
  • Sejumlah perusahaan telah merasakan manfaat dari pendekatan ini.
  • OutSystems berencana membuka program early access bagi pelanggan pada kuartal kedua 2026 (Q2 2026).
Jakarta: OutSystems, platform pengembangan AI terkemuka, secara resmi memperkenalkan Agentic Systems Engineering. Ini merupakan sebuah pendekatan yang dirancang untuk membantu organisasi membangun, mengelola, dan mengembangkan sistem agentik yang terkelola di tingkat enterprise secara aman dan andal.
 
Di tengah pesatnya perkembangan AI, developer kini dihadapkan pada tantangan besar. Meskipun agen AI mampu menghasilkan kode dengan sangat cepat, hal ini sering kali memicu fragmentasi arsitektur dan kualitas software yang tidak konsisten. Ditambah lagi dengan keberadaan sistem legacy, inovasi perusahaan sering kali terhambat oleh kompleksitas teknis yang tinggi.
 
Pendekatan Agentic Systems Engineering dari OutSystems berpusat pada OutSystems Enterprise Context Graph. Teknologi ini memberikan pemahaman menyeluruh dan real-time terhadap arsitektur enterprise, mulai dari aplikasi, workflow, hingga data dan keterkaitan antar komponennya. Dengan konteks yang kaya dan guardrails yang kuat, sistem ini memastikan setiap agen AI beroperasi secara aman dan patuh terhadap regulasi.

CEO OutSystems, Woodson Martin, menyatakan bahwa Agentic Systems Engineering adalah jawaban atas kebutuhan perusahaan akan kontrol dan keamanan dalam penggunaan teknologi agentik untuk menghadirkan dampak nyata di tingkat enterprise.
 
OutSystems juga memperkenalkan Mentor generasi terbaru, asisten bertenaga AI yang kini terintegrasi langsung dalam platform melalui pengalaman percakapan dan IDE. Mentor mentransformasi peran developer menjadi arsitek yang lebih produktif dengan mengotomatisasi tugas repetitif dan menjaga konsistensi arsitektur.
 
Selain itu, OutSystems mendukung ekosistem terbuka. Developer tetap dapat menggunakan berbagai tools agentik favorit mereka seperti Claude Code, OpenAI Codex, atau Cursor. Namun, setiap agen tersebut akan tetap beroperasi dalam konteks enterprise yang sama dan di bawah pengawasan guardrails OutSystems.
 
Sejumlah perusahaan telah merasakan manfaat dari pendekatan ini. SRS Distribution berhasil mempercepat waktu pengembangan aplikasi hingga 50%, di mana proyek yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan kini selesai dalam hitungan minggu.
 
Sementara itu, valantic melaporkan peningkatan produktivitas developer, dan ACM (AllianceCorp Manufacturing) menggunakan Mentor untuk membangun model data dan UI secara instan.
 
OutSystems berencana membuka program early access bagi pelanggan pada kuartal kedua 2026 (Q2 2026).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA