Tanah di Mars berbahaya untuk kehidupan (gambar: cuplikan film The Martian)
Tanah di Mars berbahaya untuk kehidupan (gambar: cuplikan film The Martian)

Tanah di Mars Beracun, Sulit Dihuni Makhluk Hidup

Riandanu Madi Utomo • 07 Juli 2017 17:34
medcom.id: Mengirim manusia dan membuat Mars seperti Bumi adalah impian para ilmuwan sejak dahulu. Berbagai penelitian untuk mengetahui seberapa mungkin manusia untuk tinggal di Mars pun dilakukan.
 
Belakangan Mars juga diketahui memiliki air sehingga membuka harapan bagi manusia untuk membuat koloni di planet merah tersebut. Sayangnya, Mars tampaknya tidak akan mudah untuk dijadikan tempat tinggal.
 
Menurut Science Alert, ilmuwan baru saja menemukan tanah di Mars ternyata mengandung unsur yang bisa membuat kehidupan hingga tingkat bakteri mati hanya dalam hitungan menit. Temuan ini diketahui setelah ilmuwan melakukan penelitian khusus mengenai bakteri yang bisa bertahan di lingkungan seperti Mars.

Unsur yang membuat bakteri tidak bisa hidup tersebut adalah perchlorates, sebuah unsur kimia yang pertama kali ditemukan di Mars pada tahun 2008 silam. Perchlorates merupakan unsur beracun bagi manusia, namun tidak untuk bakteri. Unsur tersebut juga ditengarai merupakan katalis yang menjaga keberadaan air di Mars.
 
Sayangnya, kondisi perchlorates di Bumi berbeda dengan di Mars. Perchlorates memang tidak akan berbahaya bagi bakteri asal tidak terkena sinar ultra violet secara langsung. Masalahnya, Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis sehingga perchlorates di permukaannya terpapar langsung oleh radiasi UV yang sangat kuat. Hal tersebut membuat tanah di Mars sangat berbahaya bagi kehidupan, termasuk menanam kentang di planet merah seperti halnya yang ada di film The Martian.
 
Meski demikian, kondisi tersebut memiliki keuntungan bagi misi eksplorasi yang akan datang. Berhubung Mars akan membunuh bakteri dari Bumi, maka Mars tidak akan terkontaminasi oleh lingkungan di Bumi sehingga para peneliti bisa lebih bebas dalam menjelajahi Mars.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA