Warung Pintar dan Mitra Tokopedia berkolaborasi dalam peluncuran Gerakan Warung Nasional.
Warung Pintar dan Mitra Tokopedia berkolaborasi dalam peluncuran Gerakan Warung Nasional.

Warung Pintar dan Mitra Tokopedia Inisiasi Gerakan Warung Nasional

Teknologi teknologi tokopedia startup
Lufthi Anggraeni • 29 November 2019 11:19
Jakarta: Warung Pintar dan Mitra Tokopedia mengumumkan kerjasama dalam peluncuran Gerakan Warung Nasional. Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk mengapresiasi pelaku warung yang berkontribusi dalam perekonomian Tanah Air.
 
“Kami percaya tulang punggung perekonomian Indonesia terletak pada masyarakat akar rumput, kami terus berinovasi untuk mematahkan stigma tentang warung yang jauh dari teknologi," ujar CEO dan Co-Founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro.
 
Gerakan ini salah satunya dilandasi oleh pemikiran Warung Pintar dan Mitra Tokopedia yang menilai bahwa dampak sosial ekonomi akan lebih berlipat ganda jika dilakukan dengan berkolaborasi satu sama lain, baik kedua perusahaan tersebut maupun masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, baik Warung Pintar dan Mitra Tokopedia meyakini bahwa Gerakan Warung Nasional ini akan menjadi titik balik kebangkitan warung Indonesia. Keduanya juga percaya bahwa pemberdayaan jutaan warung di Indonesia akan berjalan lancar dengan kolaborasi.
 
Untuk menyukseskan Gerakan Warung Nasional, Warung Pintar dan Mitra Tokopedia juga melibatkan dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu, dukungan juga diperoleh dari OVO, melalui peluncuran produk pinjaman dan edukasi QRIS yang merupakan program Bank Indonesia.
 
Gerakan ini juga melibatkan berbagai komunitas warung, salah satunya seperti Sahabat Usaha Rakyat (Sahara), hingga seniman-seniman muda untuk membuat karya kreatif bertemakan kehidupan warung.
 
Karya-karya ini akan dirilis pertama kali di acara pasar kreatif budaya bertajuk Semasa, yang akan diselenggarakan mulai tanggal dari 29 November hingga 1 Desember 2019 mendatang, berlokasi di Museum Bank Indonesia.
 
Sebagai informasi, berdasarkan hasil penelitian Nielsen tahun 2018, angka penjualan barang kebutuhan sehari-hari di ritel modern dan tradisional mencapai Rp 700 triliun, dan 72% nya berasal dari ritel tradisional seperti warung dan kios.
 
Sementara itu, menurut data dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2017 di Indonesia terdapat bisnis 61 juta unit bisnis mikro, sedangkan jumlah bisnis kecil menengah hanya 757 ribu unit.
 
Hal ini menunjukan besarnya kesenjangan sekaligus potensi pemberdayaan bisnis mikro oleh berbagai pemangku kepentingan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif