Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

Mengapa Perusahaan Telko Kini Berebut Bangun AI Lokal?

Mohamad Mamduh • 23 Februari 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • Dengan Sovereign AI, operator membangun pabrik AI (AI Factories) di atas tanah mereka sendiri.
  • Banyak operator telekomunikasi kini bertransformasi menjadi penyedia layanan AI-as-a-Service (AIaaS).
  • Konsumsi energi yang masif dari pusat data AI menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi operator yang tengah berupaya memenuhi target keberlanjutan.
Jakarta: Di tengah perlombaan global menuju supremasi kecerdasan buatan, sebuah tren baru yang disebut Sovereign AI atau AI Berdaulat kini menjadi agenda utama bagi perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia.
 
Laporan terbaru dari NVIDIA bertajuk State of AI in Telecommunications: 2026 Trends mengungkapkan pergeseran besar: operator telekomunikasi tidak lagi mau sekadar menjadi pengguna teknologi AI asing, melainkan ingin membangun dan mengelola infrastruktur AI mereka sendiri di dalam negeri.
 
Selama ini, banyak perusahaan sangat bergantung pada model AI skala besar yang dijalankan di pusat data milik raksasa teknologi global (Hyperscalers). Namun, ketergantungan ini membawa risiko besar terkait privasi data, keamanan nasional, dan kepatuhan terhadap regulasi lokal.

Bagi perusahaan telekomunikasi, data pelanggan adalah aset yang paling sensitif. Mengirimkan data tersebut ke server luar negeri untuk diproses oleh AI pihak ketiga sering kali terbentur oleh aturan perlindungan data pribadi yang ketat.
 
Dengan Sovereign AI, operator membangun pabrik AI (AI Factories) di atas tanah mereka sendiri. Ini memastikan bahwa data tidak pernah meninggalkan yurisdiksi nasional, sekaligus memberikan kontrol penuh atas algoritma yang digunakan.
 
Laporan tersebut mencatat bahwa sekitar 70% pemimpin industri telekomunikasi kini melihat Sovereign AI sebagai bagian dari strategi keamanan nasional. Di masa krisis atau ketegangan geopolitik, ketergantungan pada infrastruktur AI asing bisa menjadi titik lemah. Dengan memiliki infrastruktur lokal, negara dan perusahaan telekomunikasi dapat memastikan layanan kritis tetap berjalan secara mandiri.
 
Selain aspek keamanan, ada kebutuhan mendesak akan model AI yang "paham" konteks lokal. Model AI global sering kali tidak menangkap nuansa bahasa, budaya, atau regulasi spesifik di suatu negara. Dengan melatih AI pada data lokal di infrastruktur lokal, operator dapat menciptakan layanan yang jauh lebih relevan bagi masyarakat setempat.
 
Transformasi ini memicu gelombang investasi besar-besaran dalam pembangunan pusat data khusus AI. Berbeda dengan pusat data tradisional, infrastruktur Sovereign AI memerlukan unit pemrosesan grafis (GPU) performa tinggi untuk melatih model bahasa besar (Large Language Models) dan menjalankan aplikasi AI yang haus daya.
 
NVIDIA menyoroti bahwa banyak operator telekomunikasi kini bertransformasi menjadi penyedia layanan AI-as-a-Service (AIaaS). Mereka tidak hanya menggunakan AI untuk kebutuhan internal, tetapi juga menyewakan infrastruktur berdaulat tersebut kepada sektor publik, kesehatan, dan industri keuangan di negara mereka.
 
Membangun kedaulatan AI bukanlah perkara mudah. Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya investasi awal dan kelangkaan tenaga ahli yang mampu mengelola infrastruktur AI kompleks di tingkat lokal. Selain itu, konsumsi energi yang masif dari pusat data AI menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi operator yang tengah berupaya memenuhi target keberlanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA