Telkomsel terapkan registrasi biometrik wajah untuk nomor seluler baru dukung SEMANTIK Kemkomdigi, masa transisi hingga Juni 2026.
Telkomsel terapkan registrasi biometrik wajah untuk nomor seluler baru dukung SEMANTIK Kemkomdigi, masa transisi hingga Juni 2026.

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah Buat Nomor Baru

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Februari 2026 18:39
Ringkasnya gini..
  • Telkomsel mulai terapkan registrasi biometrik wajah untuk nomor seluler baru dukung program SEMANTIK Kemkomdigi.
  • Registrasi kartu SIM kini wajib verifikasi wajah, berlaku penuh setelah masa transisi hingga Juni 2026.
  • Pelanggan bisa daftar biometrik via GraPARI atau online, serta cek dan blokir nomor atas NIK mereka.
Jakarta: Telkomsel resmi mulai menerapkan registrasi pelanggan berbasis biometrik pengenalan wajah (face recognition atau FR) untuk nomor seluler baru. 
 
Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Senyum Nyaman dengan Biometrik (SEMANTIK) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
 
Langkah tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 7 Tahun 2026, yang bertujuan memperkuat validitas identitas pelanggan dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital, termasuk scam dan phishing.

“Fokus kami adalah mendukung Kemkomdigi melalui program SEMANTIK, untuk menghadirkan proses registrasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pelanggan,” tutur VP Customer Care Management Telkomsel, Filin Yulia.
 
“Melalui registrasi biometrik, kita semua bisa ambil peran untuk memastikan agar setiap nomor terhubung dengan identitas yang benar. Dengan demikian, kami berharap pelanggan dan masyarakat dapat merasa lebih tenang saat berkomunikasi dan bertransaksi via digital,” jelasnya.
 

Apa yang Berubah untuk Pelanggan?

Dalam skema baru ini, registrasi pelanggan WNI dilakukan menggunakan NIK serta verifikasi wajah. Sementara itu, registrasi pelanggan di bawah 17 tahun dan belum menikah dilakukan menggunakan NIK pelanggan sekaligus NIK dan verifikasi wajah kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga.
 
Selain itu, kartu perdana wajib diedarkan dalam kondisi tidak aktif dan hanya dapat diaktivasi setelah data tervalidasi untuk WNI atau terverifikasi untuk WNA. 
 
Pemerintah juga membatasi kepemilikan maksimal tiga nomor prabayar per identitas per operator, dengan pengecualian untuk kebutuhan tertentu.
 
Pelanggan yang telah melakukan registrasi biometrik memiliki kendali penuh untuk mengecek seluruh nomor yang terdaftar atas NIK mereka, serta dapat meminta pemblokiran apabila terdapat nomor yang tidak dikenali.
 

Cara Registrasi Biometrik

Telkomsel menyediakan dua kanal registrasi. Pertama, pelanggan dapat datang ke GraPARI terdekat dengan membawa KTP. Petugas layanan akan membantu seluruh pelanggan, termasuk yang tidak memiliki smartphone.
 
Kedua, registrasi mandiri dapat dilakukan melalui laman tsel.id/registrasibiometrik. Setelah verifikasi nomor yang akan diregistrasi, pelanggan memasukkan NIK dan melakukan selfie atau potret diri.
 
Telkomsel memastikan data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku. 
 
Teknologi yang digunakan disebut telah memenuhi prinsip pencegahan penipuan serta ketahanan terhadap ancaman siber sebagaimana dipersyaratkan regulator.
 
“Implementasi ini merupakan kelanjutan dari uji coba bertahap yang telah kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir bersama Komdigi. Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan Telkomsel kini dapat merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti,” kata Filin.
 

Masa Transisi

Pelanggan masih dapat melakukan registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK hingga Juni 2026, sesuai masa transisi yang ditetapkan Pemerintah. 
 
Setelah periode tersebut berakhir, proses registrasi nomor seluler akan sepenuhnya menggunakan identitas yang valid beserta data biometrik pelanggan.
 
Nomor yang telah teregistrasi sebelum peraturan berlaku tetap dapat digunakan. Telkomsel juga menyediakan fasilitas registrasi ulang bagi pelanggan yang ingin berpindah ke sistem biometrik.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA