Samsung memperkenalkan ISOCELL HPC, sensor 200MP dengan teknologi DeepPix, HDR 16-bit, zoom hingga 4x, serta perekaman 8K dan 4K 180fps.
Samsung memperkenalkan ISOCELL HPC, sensor 200MP dengan teknologi DeepPix, HDR 16-bit, zoom hingga 4x, serta perekaman 8K dan 4K 180fps.

Samsung Perkenalkan Sensor 200MP ISOCELL HPC

Lufthi Anggraeni • 08 Agustus 2026 09:47
Ringkasnya gini..
  • Samsung memperkenalkan ISOCELL HPC, sensor 200MP pertama dengan teknologi piksel DeepPix.
  • DeepPix meningkatkan kapasitas FWC hingga 60% untuk membantu HDR dan fotografi minim cahaya.
  • Sensor mendukung HDR 16-bit, zoom 1x-4x, video 8K 30fps dan 4K hingga 180fps.
Jakarta: Samsung memperkenalkan ISOCELL HPC, sensor kamera smartphone beresolusi 200MP dengan teknologi piksel baru bernama DeepPix. Sensor ini menjadi produk pertama Samsung yang menggunakan arsitektur tersebut.
 
Mengutip GSM Arena, arsitektur tersebut mengusung fokus utama pada peningkatan kemampuan menangkap cahaya, rentang dinamis, kualitas foto dalam kondisi minim cahaya, serta konsistensi kualitas gambar saat melakukan zoom.
 
Samsung menyebut DeepPix dirancang untuk meningkatkan Full Well Capacity (FWC) pada tingkat piksel. Melalui teknologi Front Deep Trench Isolation (FDTI), struktur piksel pada ISOCELL HPC dapat menampung lebih banyak muatan sebelum mencapai kondisi jenuh. 

Samsung mengklaim kapasitas tersebut meningkat hingga 60% dibandingkan dengan generasi sebelumnya. ISOCELL HPC juga membawa sejumlah kemampuan pemrosesan gambar di tingkat sensor. Salah satunya adalah dukungan single-frame HDR 16-bit, sementara teknologi HDR juga dapat diterapkan pada beberapa tingkat zoom. 
 
Dengan pendekatan tersebut, Samsung berupaya mempertahankan detail dan rentang dinamis ketika pengguna memperbesar objek dari kamera utama.

DeepPix Tingkatkan Kemampuan Menangkap Cahaya

DeepPix menjadi teknologi utama dalam ISOCELL HPC. Samsung menggunakan FDTI untuk memperluas kapasitas fotodioda sekaligus shared floating diffusion pada setiap piksel. Peningkatan FWC hingga 60% memungkinkan sensor menampung lebih banyak cahaya sebelum informasi gambar mengalami clipping.
 
Peningkatan tersebut terutama ditujukan untuk menghasilkan gambar dengan rentang dinamis lebih luas. Dalam kondisi dengan perbedaan tingkat pencahayaan tinggi, seperti ketika subjek berada di depan sumber cahaya terang, sensor dengan kapasitas lebih besar dapat mempertahankan lebih banyak informasi pada area terang maupun gelap.
 
Teknologi ini juga berpotensi membantu pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya. Dengan kemampuan menangkap lebih banyak cahaya pada tingkat piksel, sensor dapat memberikan lebih banyak data untuk diproses oleh sistem kamera smartphone.
 
Samsung tidak hanya meningkatkan kemampuan sensor untuk menghasilkan foto beresolusi tinggi. ISOCELL HPC juga dirancang untuk mempertahankan kualitas HDR pada beberapa tingkat zoom melalui pemrosesan di dalam sensor.
 
Samsung menyebut fitur tersebut mendukung single-frame HDR pada zoom 1x, 1,5x, 2x, 3x, hingga 4x. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga konsistensi kualitas gambar ketika pengguna melakukan pembesaran tanpa harus selalu berpindah ke sensor kamera telefoto.
 
Samsung Perkenalkan Sensor 200MP ISOCELL HPC

Rekam Video 8K hingga 30fps

Dari sisi perekaman video, ISOCELL HPC mendukung video 8K pada 30fps. Sensor tersebut juga mampu merekam video 4K dengan frame rate hingga 180fps, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rekaman dengan gerakan lebih halus maupun kebutuhan slow motion.
 
Kemampuan 4K 180fps menjadi salah satu peningkatan penting untuk sensor smartphone kelas atas. Frame rate tinggi memungkinkan perangkat menangkap lebih banyak frame dalam satu detik, sehingga rekaman dapat diperlambat dalam proses penyuntingan dengan gerakan tetap terlihat lebih mulus.
 
Selain itu, kombinasi resolusi 200MP dan kemampuan HDR pada berbagai tingkat zoom memberikan fleksibilitas lebih besar bagi produsen smartphone dalam merancang sistem kamera. Sensor yang sama dapat digunakan untuk menghasilkan foto beresolusi tinggi sekaligus mendukung pemrosesan gambar pada berbagai skenario pembesaran.
 
Samsung juga menempatkan ISOCELL HPC sebagai sensor dengan kemampuan fotografi komputasional pada tingkat sensor. Dengan semakin banyak proses dilakukan sebelum data gambar diteruskan ke tahap pemrosesan berikutnya, produsen smartphone berpotensi memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan sistem kamera masing-masing.
 
Meski demikian, kemampuan akhir kamera smartphone tidak hanya ditentukan oleh sensor. Kualitas lensa, image signal processor (ISP), algoritma pemrosesan gambar, sistem operasi, serta implementasi produsen perangkat tetap memiliki peran penting terhadap hasil foto dan video.

Sudah Masuk Produksi Massal

Samsung mengonfirmasi bahwa ISOCELL HPC telah memasuki produksi massal. Namun, perusahaan belum mengungkap smartphone tertentu yang akan menggunakan sensor tersebut. Dengan demikian, belum dapat dipastikan kapan perangkat konsumen pertama dengan ISOCELL HPC akan tersedia di pasar.
 
Kehadiran sensor ini juga tidak secara otomatis berarti ISOCELL HPC akan digunakan pada smartphone flagship Samsung berikutnya. Pemakaian sensor pada perangkat tertentu tetap bergantung pada keputusan masing-masing produsen dan desain sistem kamera yang mereka kembangkan.
 
ISOCELL HPC menunjukkan arah pengembangan sensor Samsung tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah megapiksel. Perusahaan juga mengejar peningkatan kemampuan menangkap cahaya, kapasitas piksel, HDR, serta kualitas gambar pada berbagai tingkat zoom.
 
Dengan resolusi 200MP, teknologi DeepPix, peningkatan FWC hingga 60%, HDR 16-bit, serta kemampuan video hingga 8K 30fps dan 4K 180fps, ISOCELL HPC menjadi salah satu sensor mobile terbaru Samsung dengan peningkatan pada sejumlah aspek utama fotografi smartphone. 
 
Sensor ini kini telah masuk produksi massal dan berpotensi menjadi salah satu komponen kamera kelas flagship pada generasi smartphone berikutnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA