Instagram akan menghapus fitur end-to-end encryption pada direct message mulai 8 Mei 2026 karena tingkat penggunaan yang rendah.
Instagram akan menghapus fitur end-to-end encryption pada direct message mulai 8 Mei 2026 karena tingkat penggunaan yang rendah.

Instagram Hapus Fitur End-to-End Encryption di DM

Lufthi Anggraeni • 16 Maret 2026 05:50
Ringkasnya gini..
  • Instagram akan menghapus dukungan end-to-end encryption pada DM mulai 8 Mei 2026.
  • Meta menyebut keputusan ini diambil karena fitur tersebut jarang digunakan oleh pengguna.
  • Penghapusan enkripsi memicu perdebatan mengenai privasi pesan dan keamanan digital.
Jakarta: Instagram dilaporkan akan menghentikan dukungan end-to-end encryption (E2EE) untuk layanan pesan langsung atau direct message (DM). Perubahan ini dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 8 Mei 2026, menandai perubahan signifikan pada sistem keamanan pesan di platform tersebut.
 
Sebagai pengingat, end-to-end encryption merupakan teknologi keamanan yang memastikan hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi percakapan, sementara pihak lain, termasuk platform penyedia layanan, tidak dapat mengaksesnya.
 
Mengutip GSM Arena, dengan penghapusan fitur tersebut, pesan DM di Instagram tidak lagi dilindungi oleh mekanisme enkripsi tingkat tinggi yang sama seperti sebelumnya. Meta, perusahaan induk Instagram, telah mengonfirmasi bahwa fitur pesan terenkripsi tidak akan lagi didukung setelah tanggal 8 Mei 2026.

Pengguna yang memiliki percakapan dengan enkripsi end-to-end akan mendapatkan pemberitahuan di aplikasi, termasuk instruksi untuk mengunduh pesan atau media yang ingin disimpan sebelum perubahan tersebut diterapkan.
 
Fitur E2EE pada Instagram sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari strategi Meta untuk meningkatkan privasi komunikasi di platform pesan miliknya, setelah teknologi serupa lebih dulu diterapkan pada layanan seperti WhatsApp.
 
Menurut pernyataan yang dikutip dari Meta, salah satu alasan utama penghentian fitur tersebut adalah rendahnya tingkat penggunaan oleh pengguna Instagram. Perusahaan menyebut bahwa hanya sebagian kecil pengguna yang memilih untuk mengaktifkan opsi enkripsi tersebut pada percakapan mereka.
 
Meta juga menyarankan pengguna yang ingin tetap menggunakan pesan dengan enkripsi end-to-end untuk beralih ke layanan lain milik perusahaan, seperti WhatsApp, yang masih mempertahankan teknologi tersebut secara default.
 
Keputusan untuk menghapus enkripsi pesan ini memicu perdebatan mengenai keseimbangan antara keamanan pengguna dan pengawasan platform. Teknologi enkripsi end-to-end selama ini dianggap sebagai standar keamanan tertinggi untuk komunikasi digital karena mencegah akses dari pihak ketiga, termasuk peretas maupun penyedia layanan.
 
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai bahwa enkripsi penuh dapat mempersulit upaya moderasi konten berbahaya dan penyelidikan aktivitas ilegal di platform digital. Perdebatan ini terus menjadi topik penting dalam kebijakan teknologi dan keamanan digital secara global.
 
Dengan perubahan ini, sistem pesan Instagram akan mengalami penyesuaian signifikan dalam cara percakapan pengguna diproses dan dilindungi di masa mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA