Program SSI berhasil mencapai skor keseluruhan sebesar 8,86 dari 10 pada akhir kuartal IV 2025, yang mencerminkan skala transformasi berkelanjutan di seluruh organisasi dan rantai nilai. President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyatakan bahwa penyelesaian program ini adalah perjalanan transformasi nyata bagi Indonesia.
Keberlanjutan juga menjadi strategi bisnis yang mendorong kinerja, meningkatkan daya saing industri nasional, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam aksi iklim, Schneider Electric memainkan peran krusial dengan membantu pelanggan menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi CO2 hingga akhir 2025, melampaui target awal sebesar 800 juta ton CO2. Selain itu, melalui inisiatif Zero Carbon Project, perusahaan berhasil memobilisasi 1.000 pemasok strategis teratas, yang berkontribusi pada penurunan 56% emisi CO2 operasional pemasok.
Dari sisi sosial, Schneider Electric juga terus mendorong kondisi kerja yang adil dan aman, dengan 98% pemasok strategis telah memenuhi persyaratan Decent Work.
Sejalan dengan misi inklusi, perusahaan turut berkontribusi pada transisi energi yang adil melalui inisiatif Access to Energy yang telah memperluas akses terhadap energi bersih bagi lebih dari 61 juta orang di seluruh dunia hingga akhir 2025, melampaui target awal 50 juta penerima manfaat.
Perusahaan juga berinvestasi dalam pengembangan talenta; sejak 2009, lebih dari satu juta orang telah mendapatkan pelatihan di bidang manajemen energi. Komitmen lokal juga diwujudkan dengan dijalankannya lebih dari 500 inisiatif keberlanjutan lokal di berbagai negara tempat Schneider Electric beroperasi sejak tahun 2021.
Pendekatan keberlanjutan perusahaan juga diakui oleh berbagai pemeringkatan ESG terkemuka, termasuk perolehan medali Platinum EcoVadis, masuk dalam CDP Climate Change A List, serta meraih peringkat pertama dalam Social Benchmark dan ketiga dalam Gender Benchmark pada penilaian terbaru World Benchmarking Alliance (WBA).
Donald Situmorang, Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, menyatakan bahwa keberhasilan program ini adalah tonggak penting, dan ini bukanlah garis akhir. Ini adalah modal utama untuk melangkah menuju 2030 guna mendukung agenda transisi energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News