Ilustrasi: Zebra Technologies
Ilustrasi: Zebra Technologies

Operasi Cerdas Terbukti Dongkrak Pendapatan Industri Logistik

Mohamad Mamduh • 02 Januari 2026 10:06
Jakarta: Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan rantai pasok yang tak kunjung usai, investasi teknologi sering kali hanya dipandang sebagai upaya penghematan biaya operasional. Namun, data terbaru mematahkan anggapan tersebut.
 
Laporan terbaru bertajuk Elevating Transportation and Logistics Value: The Impact of Intelligent Operations yang diterbitkan oleh Zebra Technologies dan Oxford Economics menyoroti korelasi langsung antara adopsi teknologi dengan kinerja finansial.
 
Berdasarkan survei terhadap lebih dari 200 pengambil keputusan di sektor transportasi dan logistik (T&L) di seluruh dunia, laporan tersebut menemukan bahwa organisasi yang menerapkan "Operasi Cerdas" menikmati keuntungan kompetitif yang nyata di neraca keuangan mereka.

Temuan paling mencolok dari laporan ini adalah dampak langsung terhadap pertumbuhan pendapatan. Organisasi T&L yang fokus meningkatkan manajemen inventaris dan kontrol—area krusial dalam rantai pasok—melaporkan pertumbuhan pendapatan 3,4 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak melakukan perbaikan serupa3.
 
Tidak hanya pendapatan kotor (top-line), profitabilitas (bottom-line) juga turut terkerek. Perusahaan-perusahaan yang melakukan transformasi digital ini mencatatkan profitabilitas 2,2 poin persentase lebih tinggi selama satu tahun terakhir.
 
Angka ini menunjukkan bahwa investasi pada teknologi seperti sensor, komputasi seluler, dan analitik data memberikan Return on Investment (ROI) yang solid, menjawab tantangan utama industri saat ini di mana 47% pemimpin bisnis menempatkan peningkatan profitabilitas dan ROI sebagai prioritas utama mereka.
 
Laporan tersebut juga memberikan ilustrasi skala ekonomi yang masif. Jika 20 organisasi T&L teratas dalam daftar Forbes Global 2000 berhasil mencapai perbaikan alur kerja yang berarti, analisis ekonometrik memproyeksikan potensi kenaikan pendapatan agregat sebesar USD23,7 miliar dan lonjakan laba hingga USD1,1 miliar.
 
Keuntungan finansial ini didorong oleh lonjakan efisiensi di lapangan. "Operasi Cerdas" mengintegrasikan teknologi canggih seperti AI dan otomatisasi dengan keahlian manusia. Hasilnya, organisasi yang telah mengimplementasikan perbaikan alur kerja secara bermakna melaporkan peningkatan rata-rata produktivitas karyawan sebesar 21% dalam dua tahun terakhir.
 
Peningkatan ini terjadi karena teknologi menghapus hambatan manual. Sebagai contoh, penggunaan perangkat seluler dan pemindai barcode memungkinkan pekerja gudang dan pengemudi bekerja lebih cepat dan akurat9.
 
Meskipun potensi keuntungannya besar, laporan ini juga memperingatkan bahwa sekadar membeli perangkat keras tidaklah cukup. Kunci untuk membuka nilai ekonomi ini terletak pada manajemen data. Sayangnya, tiga perempat responden mengakui bahwa analisis data di perusahaan mereka masih terbatas atau terkotak-kotak (siloed).
 
Untuk mencapai pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang diproyeksikan, perusahaan logistik didorong untuk beralih ke operasi yang benar-benar cerdas—data mengalir lancar dari gudang hingga ke tangan pelanggan, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan strategis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan