SAP Sapphire 2026 digelar di Orlando pada 12 Mei 2026.
SAP Sapphire 2026 digelar di Orlando pada 12 Mei 2026.

SAP Autonomous Enterprise, Era Baru AI Agents untuk Efisiensi Bisnis

Mohamad Mamduh • 14 Mei 2026 15:12
Ringkasnya gini..
  • SAP juga memperkenalkan SAP Autonomous Suite yang diperkuat dengan lebih dari 50 Joule Assistants spesifik domain dan 200 agen terspesialisasi.
  • Untuk mempercepat adopsi teknologi ini, SAP mengucurkan dana sebesar EUR100 juta bagi para mitra.
  • Langkah ini menandai pergeseran besar dalam cara perusahaan beroperasi di masa depan.
Jakarta: SAP SE secara resmi memperkenalkan konsep Autonomous Enterprise dalam ajang tahunan SAP Sapphire 2026 yang digelar di Orlando pada 12 Mei 2026. Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasi alur kerja bisnis paling kritikal di dunia dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara mendalam, memungkinkan manusia dan teknologi bekerja selaras dalam menghadapi tuntutan pasar yang kian kompleks.
 
CEO SAP SE, Christian Klein, menegaskan bahwa dalam proses bisnis yang krusial, akurasi mutlak adalah keharusan. Melalui penggabungan SAP Business AI Platform dan SAP Autonomous Suite, SAP menanamkan AI agents langsung ke dalam proses bisnis dan tata kelola perusahaan untuk menghasilkan output yang aman, patuh regulasi, serta mampu membuka potensi pendapatan baru.
 
Inti dari pengumuman ini adalah SAP Business AI Platform, sebuah ekosistem terpadu yang menyatukan data bisnis, teknologi platform, dan tata kelola AI dalam satu lingkungan. Platform ini dilengkapi dengan SAP Knowledge Graph yang memberikan konteks hubungan bisnis nyata kepada AI agents, serta Joule Studio yang memungkinkan pengembang membangun alur kerja berbasis agen secara cepat.

SAP juga memperkenalkan SAP Autonomous Suite yang diperkuat dengan lebih dari 50 Joule Assistants spesifik domain dan 200 agen terspesialisasi. Salah satu fitur unggulannya, Autonomous Close Assistant, diklaim mampu mempersingkat proses penutupan keuangan bulanan dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa hari melalui otomatisasi rekonsiliasi dan penyelesaian error.
 
Di sektor industri, SAP meluncurkan Industry AI yang mencakup tujuh solusi otonom. Contoh nyatanya terlihat pada kolaborasi dengan perusahaan energi RWE, di mana AI agents digunakan untuk menganalisis data insiden guna mengurangi waktu henti (downtime) pada turbin angin lepas pantai secara otomatis.
 
Untuk mempercepat adopsi teknologi ini, SAP mengucurkan dana sebesar EUR100 juta bagi para mitra guna membantu pelanggan mengimplementasikan asisten AI tersebut. Tak hanya itu, SAP mempererat kerja sama dengan pemimpin teknologi dunia seperti Anthropic, AWS, Google Cloud, Microsoft, NVIDIA, dan Palantir guna memastikan interoperabilitas dan keamanan tingkat tinggi.
 
Dengan visi Autonomous User Experience melalui Joule Work, pengguna kini dapat berinteraksi dengan perangkat lunak cukup dengan menjelaskan hasil bisnis yang diinginkan, sementara sistem akan mengorkestrasi seluruh tugas rutin di balik layar secara proaktif. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam cara perusahaan beroperasi di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA