Ilustrasi: Isaac
Ilustrasi: Isaac

Platform Robotika Isaac Diperluas, Ada Referensi Humanoid Baru di GTC Berlin

Mohamad Mamduh • 22 Oktober 2026 18:34
Ringkasnya gini..
  • Melalui platform terbuka Isaac, NVIDIA menyediakan model, data, alat simulasi, hingga sistem komputasi lengkap.
  • Sementara itu, NVIDIA Isaac OS berfungsi sebagai runtime real-time yang menghubungkan AI, sensor, dan perangkat keras robot.
  • NVIDIA turut meluncurkan sejumlah teknologi pendukung untuk mempercepat siklus pembelajaran robot dari data hingga penggelaran.
Jakarta: NVIDIA mengumumkan ekspansi besar pada platform pengembangan robotika terbuka Isaac dalam gelaran GTC Berlin. Inisiatif ini menghadirkan platform referensi robot humanoid, dataset, runtime baru, serta update pada kerangka kerja pembelajaran robot robot learning guna mempercepat integrasi robot serbaguna ke dunia nyata.

Pendiri sekaligus CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan bahwa perkembangan robotika serbaguna saat ini berlangsung sangat cepat dan momen ChatGPT untuk dunia robotika sudah semakin dekat. Melalui platform terbuka Isaac, NVIDIA menyediakan model, data, alat simulasi, hingga sistem komputasi lengkap untuk mendukung penerapan Physical AI di berbagai industri global.

Sebagai bagian dari ekspansi ini, Agile Robots memperkenalkan Agile ONE SN, sebuah platform referensi humanoid penuh yang dikonfigurasi dengan Isaac GROOT dan ditenagai platform edge AI Jetson Thor. Platform ini hadir untuk memangkas hambatan integrasi simulasi, pelatihan, dan penggelaran robot sehingga waktu persiapan dapat dipersingkat dari beberapa minggu menjadi hitungan hari.

Agile ONE SN memiliki spesifikasi fisik dengan tinggi 1,40 meter, berat 40 kilogram, 31 derajat fleksibilitas, serta kapasitas beban 3 kilogram per lengan. Robot ini dilengkapi tangan lima jari WUJI Hand 2 yang memiliki 20 derajat kebebasan dan kontrol gaya 1kHz untuk manipulasi yang presisi. Komputasi onboard Jetson Thor memberikan performa 2.070 FP4 teraflops dan memori terpadu 128GB.

Untuk penginderaan, robot memanfaatkan sensor multimodal meliputi kamera kepala dan pergelangan tangan, lidar, serta IMU, disamping integrasi sistem keselamatan Halos. Dijadwalkan rilis pada awal 2027, platform ini telah menarik minat berbagai lembaga riset terkemuka seperti Stanford University dan ETH Zurich.

NVIDIA turut meluncurkan sejumlah teknologi pendukung untuk mempercepat siklus pembelajaran robot dari data hingga penggelaran. SimReady Central Library menyediakan lebih dari 2.000 aset siap simulasi serta dataset aktivitas manusia Human 1M melalui Hugging Face. Isaac Lab 3.0 hadir sebagai kerangka kerja pembelajaran sumber terbuka berbasis multi-GPU dan mesin fisika Newton serta NVIDIA PhysX.

Sementara itu, NVIDIA Isaac OS berfungsi sebagai runtime real-time yang menghubungkan AI, sensor, dan perangkat keras robot. NVIDIA juga merilis tiga alur kerja referensi sumber terbuka untuk membantu pengembang menyempurnakan model GROOT 1.7 serta melatih keterampilan manipulasi. Di samping itu, Halos hadir sebagai platform keselamatan penuh berbasis IGX Thor untuk penggelaran robot dan kendaraan otonom secara aman.

Ekosistem robotika di Eropa menyambut platform terbuka ini. Perusahaan papan atas seperti ABB Robotics mengintegrasikan pustaka Omniverse dengan RobotStudio HyperReality. KUKA Group mengadopsi Omniverse pada Visual Components FactoryLens, sementara Sereact memanfaatkan Isaac GROOT dan Cosmos Transfer pada lengan robot Universal Robots.

Mitra industri lainnya seperti Toyota Material Handling Europe, SoftServe, Franka Robotics, dan Neura Robotics juga memanfaatkan platform Isaac Sim dan Jetson untuk mendorong kecerdasan robotik dan otomasi industri modern.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA