Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dan CEO Huawei Indonesia Guo Hailong
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dan CEO Huawei Indonesia Guo Hailong

Huawei dan BSSN Perbarui Kerja Sama, Mulai Bidik Quantum Computing

Mohamad Mamduh • 18 Agustus 2026 10:55
Ringkasnya gini..
  • Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan secara langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi.
  • Melangkah ke depan, kolaborasi publik-swasta ini akan terus menelurkan inisiatif strategis.
  • Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sinergi ini juga difokuskan untuk memitigasi tantangan keamanan baru di era kecerdasan buatan (AI).
Jakarta: Huawei kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung pengembangan pengetahuan dan penguatan benteng pertahanan digital di tanah air. Melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama keamanan siber dengan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN), kedua belah pihak bersiap mengakselerasi transformasi digital yang aman. Upacara penandatanganan strategis ini berlangsung di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2026.
 
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan secara langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, bersama dengan CEO Huawei Indonesia, Guo Hailong. Momentum penting ini turut disaksikan oleh Sean Yang selaku Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer, yang menegaskan signifikansi kolaborasi ini dalam skala global.
 
Dalam sambutannya, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Huawei Indonesia atas kemitraan solid yang telah berjalan selama beberapa tahun ke belakang. Nugroho menekankan bahwa pembaruan MoU ini sebuah batu loncatan besar untuk memperkuat sinergi nasional dalam membangun kapasitas keamanan siber yang tangguh.

"Sejalan dengan semangat quad-helix dalam Strategi Keamanan Siber dan Sandi, sektor swasta memiliki peran krusial dalam melindungi ruang siber nasional," ujar Nugroho. Kemitraan berkelanjutan dengan penyedia teknologi global seperti Huawei diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat serta menjadi katalisator lahirnya berbagai program inovatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan demi kemajuan ekosistem siber Indonesia.
 
Sinergi dan asas saling percaya juga digaungkan oleh Sean Yang. Menurutnya, membangun ekosistem kepercayaan digital yang tangguh di era modern memerlukan kolaborasi erat dari seluruh elemen. Senada dengan hal tersebut, Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia, Syarbeni, menambahkan bahwa ancaman siber yang kompleks tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan pendekatan terkoordinasi yang melibatkan lintas industri serta masyarakat luas dengan cara berbagi praktik terbaik (best practices) demi perlindungan data dan privasi yang optimal.
 
Kemitraan strategis antara BSSN dan Huawei sendiri sebetulnya telah mengakar kuat sejak pertama kali diinisiasi pada 29 Oktober 2019, yang kemudian terus diperbarui secara berkala pada tahun 2021 dan 2023. Rekam jejak kolaborasi ini terbukti sangat produktif dengan menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif yang menjangkau lebih dari 39.000 peserta di seluruh Indonesia.
 
Program-program tersebut mencakup pengembangan keterampilan khusus, seperti pertahanan berbasis kecerdasan buatan (AI) serta sistem keamanan siber untuk sektor industri.
 
Melangkah ke depan, kolaborasi publik-swasta ini akan terus menelurkan inisiatif strategis, mulai dari penyusunan makalah riset bersama, seminar edukatif, kampanye kesadaran siber, hingga maturity assessment.
 
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sinergi ini juga difokuskan untuk memitigasi tantangan keamanan baru di era kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum (quantum computing), sekaligus mencetak talenta-talenta digital lokal yang siap bersaing di kancah global.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA