nubia RedMagic 11 Pro+.
nubia RedMagic 11 Pro+.

3DMark Hapus Skor RedMagic 11 Pro Series, Dituduh Curangi Pengujian

Cahyandaru Kuncorojati • 13 April 2026 08:37
Ringkasnya gini..
  • Skor Nubia RedMagic dihapus dari 3DMark karena jalankan hardware di batas maksimal.
  • Performa tinggi nyata, tapi pengaturan di dalamnya dianggap tidak sesuai standar benchmark.
  • Perdebatan muncul antara performa ekstrem vs penggunaan realistis.
Jakarta: Keputusan UL Solutions untuk menghapus smartphone gaming RedMagic 11 Pro dari platform 3DMark memicu perdebatan baru di industri.
 
Langkah ini awalnya dianggap sebagai kasus manipulasi benchmark. Namun, sejumlah laporan terbaru menunjukkan bahwa penyebab utamanya bukan sekadar “kecurangan”, melainkan cara perangkat menjalankan hardware di batas maksimal.
 
Sebagai informasi, 3DMark merupakan aplikasi buatan UL Solutions yang menyediakan skenario pengujian untuk PC maupun smartphone. Bagi yang belum familiar, RedMagic sendiri adalah lini smartphone milik Nubia.

RedMagic 11 Pro dan 11 Pro+ dikenal mengusung pendekatan ekstrem dalam performa, dengan kombinasi sistem pendingin seperti vapor chamber, kipas aktif, hingga liquid cooling.
 
Pendekatan ini memungkinkan chipset kelas flagship seperti Snapdragon seri terbaru berjalan pada performa tinggi secara terus-menerus, bahkan saat menjalankan game berat atau emulasi.
 
Namun dikutip dari laporan situs WCCF Tech, di sisi lain perangkat ini disebut mengabaikan batasan keamanan seperti thermal throttling saat menjalankan benchmark. Hal inilah yang membuat 3DMark mengkategorikannya sebagai pelanggaran aturan.
 
Berbeda dari praktik manipulasi klasik, performa tinggi yang ditampilkan Redmagic disebut memang nyata dan bisa dicapai oleh hardware perangkat tersebut.
 
Masalahnya, kondisi tersebut tidak merepresentasikan penggunaan normal karena perangkat dipaksa bekerja di level maksimal tanpa mempertimbangkan suhu atau efisiensi daya.
 
Dalam beberapa laporan, pendekatan ini bahkan membuat perangkat mengalami panas berlebih saat pengujian berlangsung. Perbedaan ini pada akhirnya menjadi benturan antara standar benchmark dan filosofi perangkat gaming.
 
Di satu sisi, 3DMark mengutamakan hasil yang mencerminkan kondisi penggunaan realistis. Di sisi lain, REDMAGIC justru menonjolkan kemampuan maksimal hardware sebagai nilai jual utama.
 
Pendekatan agresif ini juga didukung oleh desain hardware yang memang dirancang untuk menangani beban panas tinggi, termasuk penggunaan sistem pendingin aktif yang jarang ditemui di smartphone lain.
 
Meski mendapat sanksi, strategi Redmagic diperkirakan tidak akan berubah. Justru, tren smartphone gaming ke depan diprediksi akan semakin agresif dalam mendorong performa, didukung inovasi pendinginan seperti vapor chamber generasi baru hingga teknologi thermal management yang lebih canggih.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA