LG: AI Kamera Bukan Cuma untuk Selfie

Cahyandaru Kuncorojati 10 Mei 2018 10:43 WIB
LG: AI Kamera Bukan Cuma untuk Selfie
LG G7+ ThinQ.
Jakarta: Dalam sesi ekslusif yang digelar kepada media, LG memamerkan smartphone flagship terbaru mereka yang akan dirilis di Indonesia yakni LG G7+ ThinQ. Salah satu keunggulan yang ditawarkan kecerdasan buatan yang ada di kameranya.

Head of LG Mobile Communications Indonesia Hee-gyun Jang saat menjelaskan kemampuan kecerdasan buatan yang disajikan sempat menyindir merek smartphone lain yang menjual kecerdasan buatan cuma di kemampuan selfie, dan menganggap hal itu bukan teknologi AI.

"Teknologi AI pada kamera lain yang digunakan untuk selfie itu bukan AI sebenarnya. Itu cuma face detection. Justru AI di kamera itu seharusnya bisa mengenali setiap objek dan kondisi pengambilan foto untuk menawarkan mode pengambilan foto dan warna yang paling pas," jelas Hee-gyun.

Dia membandingkannya dengan fitur AI Cam di LG G7+ ThinQ, yang ketika diaktifkan bisa mengenali objek yang ditangkap kamera. Saat mengarahkan kameranya ke objek, akan tampil informasi jenis objek yang ditangkap. Saat smartphone bergetar, AI Cam sudah mengenali objek tersebut.

Mode AI Cam langsung mengubah konfigurasi kamera LG G7+ ThinkQ, dan memilih mode pengambilan foto yang sesuai menurut objek. Hee-gyun menyebutkan ada 19 mode pengambilan yang disesuaikan untuk objek foto dan kondisi pengambilan foto yang dikenali.

"Mode AI Cam di LG G7+ ThinQ juga mampu mengenali objek foto yang tampil dari layar monitor, jadi sebuah teknoloi AI sebenarnya ya harus seperti ini. Bukan hanya untuk memuat foto wajah menjadi lebih cantik," imbuh Hee-gyun.

Tidak berhenti disitu, LG G7+ ThinQ juga memiliki fitur kamera pintar dari Google Lens yang selama ini hanya hadir khusus di smartphone buatan Google yaitu Pixel Phone. Fitur ini terhubung langsung dengan teknologi deep learning Google serta terhubung dengan mesin pencarian Google sehingga mampu menampilkan informasi dalam mode augmented reality.

"Konsumen harus tahu mana yang teknologi AI dan mana yang cuma face recognition yang sekadar mempercantik foto," tegas Hee-gyun.

(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.