foto: Red Hat
foto: Red Hat

Microsoft Gandeng Red Hat Tambah Integrasi Cloud Publik

Mohammad Mamduh • 04 Juni 2018 09:09
Jakarta: Microsoft dan Red Hat mengumumkan kerja sama baru guna memberdayakan pengembang enterprise untuk menjalankan aplikasi berbasis container pada Microsoft Azure dan on-premise.
 
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan memperkenalkan penawaran OpenShift perdana yang dikelola bersama di cloud publik, yang menggabungkan Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise, dan Azure, cloud publik Microsoft.
 
Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2020, lebih dari 50 persen perusahaan global akan menjalankan aplikasi-aplikasi dalam container dengan lingkungan operasinya sendiri (containerized application), naik dibandingkan kurang dari 20 persen saat ini.
 
Seiring perusahaan-perusahaan beralih ke containerized application dan Kubernetes untuk mendorong transformasi digital dan membantu menjawab kebutuhan pelanggan, perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan solusi untuk mengatur dan mengelola aplikasi-aplikasi ini dengan mudah, di seluruh cloud publik dan on-premise.
 
Red Hat OpenShift on Azure akan direkayasa bersama dan dirancang untuk mengurangi kompleksitas manajemen container bagi para pelanggan.

Sebagai penawaran yang dipillih kedua perusahaan untuk alur kerja container hybrid bagi pelanggan bersama mereka, Red Hat dan Microsoft akan bersama-sama mengelola solusi tersebut untuk pelanggan, dengan dukungan dari kedua perusahaan.
 
Kolaborasi yang diperluas antara Microsoft dan Red Hat juga akan termasuk mengaktifkan cloud hybrid dengan dukungan untuk Red Hat OpenShift Container Platform on-premise dan pada Microsoft Azure Stack.
 
Hal ini memberikan jalur bagi pelanggan untuk memasangkan kekuatan cloud publik Azure dengan fleksibilitas dan kontrol OpenShift on-premise pada Azure Stack. 
 
Pengelolaan container multiarsitektur yang mencakup container Windows Server dan Red Hat Enterprise Linux. Red Hat OpenShift on Microsoft Azure akan mendukung container Windows bersama container Red Hat Enterprise Linux, yang menawarkan platform orkestrasi yang sama yang menjangkau penyedia platform enterprise terkemuka.
 
“Sangat sedikit perusahaan yang dapat sepenuhnya memisahkan operasi TI mereka ke dalam footprint on-premise atau cloud publik. Padahal, sifat hybrid dari lingkungan-lingkungan tersebutlah yang menghadirkan jalur menuju transformasi digital,” kata Paul Cormier, President, Products and Technologies, Red Hat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA