Apple Tidak Lagi Jual iPhone Bersubsidi
Apple dilaporkan diharuskan pemerintah Jepang untuk mengubah kontrak penjualan dengan operator.
Jakarta: Setelah sebelumnya diberitahu soal potensi pelanggaran regulasi anti-trust, kini, Japan Fair Trade Commission (FTC) menyebut kontrak penjualan Apple memaksa tiga operator besar Jepang menjual iPhone dengan diskon dari subsidi.

FTC menyebut bahwa kesepakatan ini mencegah operator seluler Jepang untuk menawarkan paket data bulanan berharga lebih terjangkau untuk konsumen. Karenanya, Apple dipaksa untuk mengubah kalimat pada kontrak penjualan dengan ketiga operator tersebut.

Jepang merupakan pasar terbesar kedua untuk iPhone di wilayah Asia setelah Tiongkok. Tahun lalu, Jepang berkontribusi sebesar delapan persen dari penjualan iPhone secara global.


Angka yang dilaporkan oleh pemerintah mengklaim bahwa iPhone memiliki pangsa pasar sebesar 50 persen di Jepang.

Menariknya, induk perusahaan Sprint, Softbank memiliki eksklusifitas untuk menjual iPhone di Jepang, sebagai hasil kesepakatan yang dilakukan dengan Steve Jobs pada tahun 2008 lalu.

Sementara itu, memaksa operator untuk menawarkan iPhone via dukungan subsidi berarti perangkat ini akan lebih terjangkau untuk konsumen di Jepang. Apple dilaporkan menerima pembayaran dalam jumlah yang sama dari operator untuk ponselnya.

Hal ini menyebabkan operator untuk harus berupaya mengatasi perbedaan, namun mereka telah menandatangani kontrak yang menjamin mereka untuk mendapatkan keuntungan. Sayangnya, kesepakatan ini disebut dapat merugikan konsumen Jepang.

Kini setelah Apple telah mengubah kontrak penjualan, operator Jepang tidak lagi berkewajiban untuk menjual iPhone dengan harga bersubsidi. Hal ini tidak berarti bahwa praktik ini akan segera berakhir di Jepang, namun juga tidak berarti bahwa konsumen segera tidak memiliki opsi lain jika ingin membeli iPhone.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.