Pemerintah AS Dorong Sekutu tak Gunakan Huawei

Ellavie Ichlasa Amalia 24 November 2018 16:34 WIB
huawei
Pemerintah AS Dorong Sekutu tak Gunakan Huawei
AS dikabarkan mendorong sekutunya untuk tidak menggunakan peralatan Huawei. (AFP PHOTO / WANG Zhao)
Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat mendorong negara sekutunya untuk berhenti menggunakan perangkat Huawei atas alasan keamanan, menurut laporan Wall Street Journal.

Para narasumber mengklaim bahwa perwakilan pemerintah AS telah bertemu dengan rekan mereka di Jerman, jepang, dan Italia.

Selain itu, mereka juga mempertimbangkan untuk memberikan insentif bagi negara-negara yang memutuskan untuk tidak menggunakan peralatan dari perusahaan asal Tiongkok itu.


Tahun ini, AS telah melarang penggunaan perangkat Huawei di kalangan pemerintah. Selain itu, mereka juga melarang toko retail di markas militer untuk menjual perangkat Huawei. Namun, hal ini dirasa belum cukup.

Ada kekahwatiran bahwa markas AS di luar negeri menjadi rentan diretas karena jaringan telekomunikasi di negara lain menggunakan perangkat Huawei. Selain itu, penyediaan jaringan 5G juga memunculkan kekhawatiran keamanan, lapor The Verge.

Kekhawatiran akan adanya celah keamanan di perangkat telekomunikasi buatan Tiongkok telah ada sebelum Donald Trump menjabat sebagai presiden.

Namun, hubungan AS dan Tiongkok yang memburuk akibat Trump membuat kekhawatiran akan serangan siber dari Tiongkok menjadi semakin nyata.

Huawei menegaskan bahwa mereka beroperasi secara mandiri, terbebas dari pengaruh pemerintah. Walaupun begitu, hal ini tidak membuat ketakutan pemerintah AS padam.

Untuk mengatasi masalah kepercayaan ini, Huawei membuka pusat di Inggris yang berfungsi untuk memeriksa peralatan mereka.

Fasilitas ini berfungsi menunjukkan bahwa tidak ada pintu belakang (backdoor) atau celah keamanan lain pada perangkat mereka. Fasilitas serupa dibuka di Jerman bulan ini. Meskipun begitu, pemerintah AS merasa hal ini masih belum cukup.

Sebagai jawaban atas artikel WSJ, Huawei mengaku terkejut dan khawatir akan keputusan pemerintah AS untuk memengaruhi pemerintahan negara sekutunya.

"Jika satu pemerintah berusaha mengatur apa yang ada di luar yurisdiksinya, aktivitas itu seharusnya tidak dilanjutkan," kata mereka.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.