BukuKas mengumumkan perolehan pendanaan yang dipimpin oleh Surge.
BukuKas mengumumkan perolehan pendanaan yang dipimpin oleh Surge.

BukuKas Galang Pendanaan Awal

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 12 Mei 2020 17:11
Jakarta: BukuKas mengumumkan perolehan pendanaan baru yang dipimpin oleh Surge, program percepatan perusahaan rintisan milik Sequoia Capital India. pendanaan tersebut juga didukung oleh Credit Saison, Hustle Fund, Whiteboard Capital, 500 startup dan sejumlah angel investor lain.
 
BukuKas menyebut akan memanfaatkan pendanaan awal tersebut untuk memperkuat bisnis dan komitmennya untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai informasi, BukuKas merupakan aplikasi pengelola keuangan digital yang menyasar UMKM.Tanah Air.
 
"Misi kami pada akhirnya adalah untuk memberdayakan 56 juta pedagang mikro lewat platform BukuKas, menjadikan mereka bagian dari kisah pertumbuhan yang menginspirasi yaitu Indonesia,” ujar CEO dan Pendiri BukuKas Krishnan M. Menon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menon juga menyebut bahwa perusahaannya meyakini bahwa semua orang berhak mendapatkan layanan dan produk finansial terbaik untuk setiap kebutuhan finansial dan aspirasi individu, dan hal ini tidak bergantung pada kekayaan yang mereka miliki.
 
Aplikasi BukuKas yang juga tersedia dalam versi mobile ini menawarkan solusi pembukuan sederhana bagi UMKM untuk mengawasi penjualan, keuntungan dan kredit usaha. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pelaku UMKM untuk mengirim pesan pengingat pembayaran lewat WhatsApp kepada para pelanggan saat ketika kredit jatuh tempo.
 
Dengan demikian, pelanggan dapat melunasi kredit secara tepat waktu, dan memungkinkan pemilik usaha untuk menghemat 40 menit setiap harinya serta Rp76.000 setiap bulannya. Sehingga pelaku UMKM terhindar dari proses kalkulasi manual dan penyelarasan saldo merepotkan.
 
Memanfaatkan solusi BukuKas juga memungkinkan pelaku UMKM untuk mendapatkan gambaran lebih baik terkait hal yang mendorong profit dan arus keuangan mereka, sehingga dapat terus meningkatkan performa bisnis secara aktif.
 
BukuKas mengklaim aplikasinya telah digunakan oleh berbagai industri UMKM termasuk fesyen, makanan dan minuman (F&B), elektronik dan konter pulsa/handphone.
 
Sebagian besar pengguna aplikasi BukuKas disebut merupakan pebisnis muda yang memanfaatkan platform media sosial seperti Whatsapp dan Instagram, guna mendukung promosi dan penjualan, mendampingi jalur tradisional secara offline.
 
Dari bulan Januari hingga Maret 2020, BukuKas mencatat peningkatan jumlah pedagang pengguna aplikasinya sebesar 20 kali lipat serta peningkatan angka transaksi sebesar 60 kali. Sebagian besar pedagang tersebut menggunakan BukuKas beberapa kali setiap harinya.
 
Sedangkan hingga bulan April 2020, BukuKas telah melayani lebih dari 250.000 pedagang yang mencatatkan nilai transaksi sebesar USD150 juta (Rp2,26 triliun). Sementara itu dalam jangka panjang, BukuKas berencana untuk mempercepat proses inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM di Asia Tenggara, mulai dari Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif