Jakarta: Seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud) di Tanah Air, isu kedaulatan data (data sovereignty) serta keamanan digital kian menjadi perhatian utama pelaku industri dan lembaga regulator. Menjawab tantangan tersebut, Amazon Web Services (AWS) mempertegas komitmennya untuk menghadirkan ekosistem teknologi yang aman, patuh terhadap regulasi nasional, serta memberikan kendali penuh atas data di tangan pelanggan.
Managing Director ASEAN AWS Jeff Johnson, mengungkapkan bahwa regulasi mengenai kedaulatan data dan keamanan cloud yang terus berkembang di Indonesia pada dasarnya sangat sejalan dengan strategi AWS. Menurutnya, fokus pemerintah terhadap perlindungan data justru memperkuat urgensi keberadaan infrastruktur komputasi awan lokal yang kokoh.
Melalui pendekatan Sovereign by Design, AWS memastikan setiap organisasi—mulai dari sektor perbankan, lembaga regulator seperti OJK, instansi kesehatan, hingga perusahaan rintisan—memiliki kendali penuh atas tata kelola data mereka.
"Pelanggan kami selalu memiliki kontrol lengkap mengenai di mana data mereka ditempatkan dan siapa yang berhak mengaksesnya. AWS tidak pernah memiliki akses ke data pelanggan tanpa adanya perjanjian atau izin eksplisit. Itulah standar operasional kami sejak awal," ujar Jeff Johnson dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id.
Jeff menambahkan, AWS juga memperkuat komitmen ini melalui prinsip Data Sovereign Pledge. Komitmen ini menjamin bahwa seluruh kontrol lokasi penyimpanan data, mekanisme transfer, hingga pengelolaan kunci enkripsi sepenuhnya tetap berada dalam kendali pelanggan di Indonesia.
Infrastruktur AWS Region Jakarta yang menyongsong ulang tahun ke-5 pada Desember mendatang menjadi bukti wujud komitmen investasi jangka panjang perusahaan di Tanah Air. Di momen yang bertepatan dengan peringatan 20 tahun AWS secara global, investasi infrastruktur lokal AWS diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga tahun 2036, sekaligus menciptakan sekitar 24.700 lapangan kerja setiap tahunnya.
Riset AWS menunjukkan bahwa sebanyak 40 persen perusahaan di Indonesia kini telah mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnis mereka. Kendati demikian, pesatnya adopsi tersebut membawa tantangan baru, terutama terkait risiko halusinasi model AI serta kebocoran data sensitif pada sektor industri yang teregulasi ketat.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, AWS membekali platform AI enterprise seperti Amazon Bedrock dengan fitur keamanan tingkat tinggi. Salah satunya adalah fitur Guardrails yang mampu menyaring dan memblokir hingga 88 persen konten berbahaya atau tidak relevan. Selain itu, hadir pula teknologi penjelasan otomatisyang dapat memverifikasi keakuratan informasi hingga 99 persen guna meminimalkan risiko halusinasi AI.
AWS juga tercatat sebagai penyedia layanan cloud pertama yang mendukung standar internasional ISO 42001, sebuah standar global khusus untuk Sistem Manajemen AI yang aman dan bertanggung jawab. Rekam jejak inovasi keamanan AWS pun didukung oleh pengembangan teknologi chipset khusus seperti Nitro yang dirancang terintegrasi sejak tingkat perangkat keras.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan