Insiden ini menjadi sorotan karena melibatkan kartu grafis kelas flagship dari ASUS, dengan nilai kerugian yang tidak kecil.
Dalam laporan tersebut yang dikutip dari situs TechSpot, AIO cooler seri Kraken milik NZXT disebut mengalami cacat produksi yang menyebabkan cairan bocor.
Kebocoran ini kemudian merusak sejumlah komponen penting, termasuk GPU ASUS ROG Astral RTX 5090 serta motherboard dalam sistem pengguna. NZXT disebut telah mengakui adanya masalah manufaktur pada unit tersebut dan memberikan penggantian untuk perangkat AIO yang rusak.
Permasalahan utama muncul pada tahap kompensasi. Pengguna menilai nilai ganti rugi yang ditawarkan tidak sebanding dengan harga pasar komponen yang rusak saat ini.
NZXT dilaporkan menawarkan kompensasi sekitar 2.855 dolar AS atau sekitar Rp45 jutaan. Namun, harga GPU yang terdampak saat ini disebut berada di kisaran 4.000 hingga 4.300 dolar AS, atau setara Rp63 juta hingga Rp68 jutaan.
Perbedaan ini dipicu oleh lonjakan harga GPU di pasar, yang dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan serta meningkatnya permintaan, termasuk dari sektor kecerdasan buatan (AI).
Sengketa ini telah berlangsung selama sekitar tujuh bulan tanpa penyelesaian yang jelas. Pengguna disebut telah mengirimkan surat tuntutan hukum kepada NZXT dan tengah mempersiapkan langkah lanjutan untuk membawa kasus ini ke pengadilan.
Kasus ini juga menyoroti kebijakan kompensasi produsen hardware. Dalam ketentuannya, NZXT menyebut akan mengganti atau memberikan pengembalian biaya atas komponen yang rusak akibat produk mereka.
Namun, nilai penggantian umumnya mengacu pada harga saat pembelian, bukan harga pasar terkini. Selain itu, proses klaim juga disebut memerlukan verifikasi yang cukup panjang, termasuk bukti pembelian dan dokumentasi kerusakan.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa penggunaan liquid cooling, meskipun menawarkan performa pendinginan lebih baik, tetap memiliki risiko, terutama jika terjadi kegagalan komponen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News