Microsoft pernah mengembangkan Surface Phone sebelum membatalkan proyek tersebut.
Microsoft pernah mengembangkan Surface Phone sebelum membatalkan proyek tersebut.

Microsoft Pernah Siapkan Surface Phone

Lufthi Anggraeni • 12 Agustus 2026 11:45
Ringkasnya gini..
  • Microsoft pernah mengembangkan Surface Phone sebelum proyek tersebut akhirnya dibatalkan.
  • Strategi mobile Microsoft kemudian berubah lewat Surface Duo berbasis Android dan dua layar.
  • Microsoft kini lebih fokus menghubungkan Windows dengan smartphone Android dan iPhone.
Jakarta: Microsoft dilaporkan pernah mengembangkan smartphone Surface berbasis Windows sebelum akhirnya membatalkan proyek tersebut. Perangkat itu menjadi salah satu bagian dari sejarah panjang Microsoft di pasar smartphone.
 
Namun kemudian, Microsoft mengalihkan fokusnya dari pengembangan sistem operasi mobile dan perangkat Windows Phone. Mengutip Digital Trends, rencana tersebut menarik perhatian karena Microsoft pada akhirnya menghadirkan perangkat Surface di kategori smartphone, tetapi dengan pendekatan berbeda. 
 
Microsoft meluncurkan Surface Duo pada tahun 2020 sebagai perangkat Android dengan dua layar yang dapat dibuka seperti buku. Sebelum Surface Duo hadir, Microsoft dilaporkan memiliki visi berbeda mengenai smartphone Surface. 

Perangkat tersebut dirancang sebagai penerus semangat Windows Phone sekaligus bagian dari strategi Microsoft untuk menghadirkan pengalaman Windows ke perangkat berukuran lebih kecil.

Surface Phone Tidak Pernah Meluncur

Microsoft memiliki sejarah panjang di pasar smartphone melalui Windows Mobile dan kemudian Windows Phone. Namun, kedua platform tersebut tidak mampu menyaingi dominasi Android dan iOS. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan Microsoft untuk menghentikan pengembangan smartphone berbasis Windows. 
 
Microsoft kemudian meninggalkan strategi untuk bersaing secara langsung dengan Android dan iPhone melalui sistem operasi mobile miliknya. Di tengah periode tersebut, Microsoft sempat mengembangkan perangkat dengan merek Surface yang diposisikan sebagai smartphone. 
 
Proyek itu dikenal secara luas sebagai Surface Phone, meskipun nama tersebut tidak pernah menjadi produk komersial resmi. Konsep Surface Phone menjadi menarik karena perangkat itu berpotensi memperluas pendekatan Microsoft terhadap lini Surface. 
 
Sebagai informasi, Surface sejak awal dikembangkan sebagai perangkat untuk menunjukkan kemampuan hardware sekaligus mendorong arah ekosistem Windows. Namun, proyek tersebut akhirnya dihentikan sebelum mencapai tahap peluncuran. 
 
Microsoft kemudian mengambil arah berbeda untuk perangkat mobile dengan memperkenalkan Surface Duo. Perubahan strategi tersebut memperlihatkan upaya Microsoft mencari posisi baru di industri smartphone.
 
Alih-alih kembali membangun ekosistem mobile, Microsoft memilih menggunakan Android sebagai fondasi perangkat Surface Duo.
 
Microsoft Pernah Siapkan Surface Phone

Surface Duo Hadir dengan Konsep Berbeda

Surface Duo resmi diperkenalkan Microsoft pada tahun 2020 dengan desain dua layar yang terhubung melalui engsel 360 derajat. Berbeda dari smartphone Android konvensional dan perangkat foldable dengan layar fleksibel, Surface Duo menggunakan dua panel terpisah.
 
Generasi pertama Surface Duo memiliki dua layar AMOLED berukuran 5,6 inci. Ketika perangkat dibuka, kedua layar dapat digunakan secara bersamaan untuk menjalankan aplikasi dan melakukan berbagai aktivitas secara multitasking.
 
Pendekatan tersebut menjadi ciri utama Surface Duo. Microsoft tidak sekadar mengejar perangkat dengan layar lebih besar, tetapi mencoba menghadirkan pengalaman seperti notebook mini untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan.
 
Pengguna dapat membuka browser pada satu layar dan aplikasi catatan pada layar lainnya. Microsoft juga mengoptimalkan sejumlah aplikasinya, termasuk Outlook, OneDrive, dan OneNote, agar dapat memanfaatkan konfigurasi dua layar tersebut.
 
Surface Duo generasi kedua kemudian hadir pada tahun 2021 dengan sejumlah peningkatan. Microsoft mempertahankan konsep dua layar, tetapi meningkatkan sejumlah aspek perangkat keras, termasuk penggunaan Snapdragon 888 serta sistem kamera belakang tiga kamera.
 
Meski demikian, Surface Duo tidak berhasil menjadi produk mainstream. Konsepnya menawarkan pendekatan berbeda, namun Microsoft menghadapi tantangan dalam menjadikan perangkat tersebut sebagai alternatif smartphone utama.
 
Sebelumnya sejumlah pihak menilai generasi pertama Surface Duo memiliki keunggulan untuk produktivitas, browsing, membaca, dan multitasking, tetapi pengalaman sebagai smartphone masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Microsoft Mengubah Strategi Mobile

Kisah Surface Phone dan Surface Duo memperlihatkan perubahan besar dalam strategi Microsoft di industri mobile. Pada era Windows Phone, Microsoft berusaha membangun ekosistem sendiri untuk menyaingi Android dan iOS. 
 
Namun, strategi tersebut tidak menghasilkan pangsa pasar cukup kuat untuk mempertahankan platform dalam jangka panjang. Setelah Windows Phone ditinggalkan, Microsoft tidak lagi memiliki smartphone sendiri dengan sistem operasi mobile eksklusif. 
 
Microsoft justru memperluas layanan dan aplikasi ke Android serta iOS. Pendekatan tersebut juga terlihat dalam pengembangan Windows 11. Microsoft kini berusaha membuat smartphone Android terintegrasi lebih erat dengan komputer Windows melalui Phone Link.
 
Sebelumnya Microsoft dilaporkan sedang mengeksplorasi perubahan lebih besar pada integrasi smartphone dan Windows 11. Salah satu konsepnya adalah menghadirkan informasi aktivitas smartphone secara lebih langsung di Start Menu serta menyediakan aplikasi Messages tersendiri untuk Windows 11.
 
Arah tersebut menunjukkan bahwa Microsoft kini lebih memilih menghubungkan Windows dengan smartphone yang sudah digunakan konsumen, daripada kembali menciptakan ekosistem smartphone milinya.

Surface Phone Jadi Bagian dari Sejarah Microsoft

Kegagalan Surface Phone untuk mencapai pasar bukan berarti Microsoft sepenuhnya meninggalkan inovasi perangkat mobile. Surface Duo membuktikan bahwa perusahaan masih tertarik mengembangkan perangkat dengan konsep baru.
 
Namun, strategi yang dipilih berbeda. Surface Duo menggunakan Android dan menawarkan format dua layar, sementara Surface Phone yang sebelumnya direncanakan memiliki kaitan lebih erat dengan ambisi Microsoft di pasar Windows mobile.
 
Perubahan tersebut juga mencerminkan kondisi industri smartphone. Sebagai informasi, membangun sistem operasi mobile baru membutuhkan ekosistem aplikasi, dukungan pengembang, serta basis pengguna dalam jumlah besar. Android dan iOS telah memiliki keunggulan besar pada aspek tersebut.
 
Bagi Microsoft, memperkuat hubungan antara Windows dan smartphone Android menjadi strategi lebih realistis. Pengguna tetap dapat menggunakan smartphone dari berbagai produsen, sementara Microsoft menyediakan layanan dan fitur untuk menghubungkan perangkat tersebut dengan PC.
 
Dengan demikian, Surface Phone yang dibatalkan menjadi bagian menarik dari sejarah perangkat Microsoft. Produk tersebut menunjukkan bahwa perusahaan pernah mempertimbangkan smartphone Surface dengan arah berbeda sebelum akhirnya memilih pendekatan Android melalui Surface Duo.
 
Hingga kini, Microsoft belum menunjukkan indikasi bahwa mereka akan kembali membuat smartphone berbasis Windows sebagai pesaing langsung Android dan iPhone. Fokus perusahaan justru semakin terlihat pada integrasi Windows dengan perangkat mobile yang sudah tersedia di pasar.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA