Peluncuran Satelit Multifungsi Satria pada 2023 dilakukan untuk mendukung pembangunan transformasi digital di Indonesia (Foto:Dok.Metro TV)
Peluncuran Satelit Multifungsi Satria pada 2023 dilakukan untuk mendukung pembangunan transformasi digital di Indonesia (Foto:Dok.Metro TV)

Satelit Satria, Media untuk Mencapai Konektivitas Tanpa Batas

Teknologi Berita Kominfo BAKTI BAKTI Kominfo
Rosa Anggreati • 25 Maret 2021 23:00
Jakarta: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau. Secara geografis, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan sosial ekonomi yang merata.
 
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyediakan layanan telekomunikasi, khususnya di daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) dan perbatasan.
 
Apa saja yang telah dilakukan Kominfo?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kominfo telah meluncurkan proyek berskema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU), yaitu Palapa Ring yang beroperasi mulai 2019. Pencapaian ini merupakan langkah awal untuk mendukung konektivitas nasional bagi tingkat kabupaten/kota dengan jaringan serat optik.
 
Kemudian, Kominfo berencana meluncurkan Satelit Multifungsi Satria (Satelit Republik Indonesia) pada 2023 agar internet dapat diakses hingga ke daerah pelosok. 
 
Peluncuran Satelit Multifungsi Satria dilakukan untuk mendukung pembangunan transformasi digital di Indonesia. Satria dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki 150 ribu titik yang tidak dapat akses internet cepat.
 
Satelit Satria diproyeksikan dapat melayani akses internet di 150 ribu titik layanan publik, yaitu fasilitas kesehatan (3.700 titik), sekolah/pesantren (93.900 titik), kantor desa/kelurahan (47.900), serta layanan publik lain (4.500 titik).
 
Satelit Multifungsi Satria akan saling melengkapi dengan Palapa Ring yang telah diluncurkan pada 2019.
 
Satria merupakan proyek strategis nasional berskema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pola pembayaran ketersediaan layanan (availability payment) selama 15 tahun. Skema tersebut memiliki keunggulan jaminan proyek melalui PT Penjamin Infrastruktur Indonesia.
 
Proyek Satelit Multifungsi Satria lebih unggul dari segi kecepatan, yaitu dibekali kapasitas 150 Gbps, mengadopsi teknologi High Throuhput Satellite (HTS), slot orbit 146E, dan orbit raising electric.
 
Indonesia menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dan Prancis dalam pembuatan satelit Satria. 
 
Satelit Satria diproduksi oleh perusahaan Perancis Tales Alemania Space. Sementara, roket peluncurnya menggunakan Space X Falcon 95500 asal Amerika Serikat yang saat ini sedang dalam proses produksi.

 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif