Prosesor Intel.
Prosesor Intel.

Data Intel Bocor, Diduga Akibat Keamanan yang Rendah

Teknologi teknologi intel cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 09 Agustus 2020 13:19
Jakarta: Kasus kebocoran data internal Intel masih dalam investigasi. Intel konsisten membantah bahwa menjadi korban peretasan oleh hacker. Namun fakta dari sumber yang membocorkan data mengklaim sistem keamanan mereka buruk.
 
Kabar terbaru sang peretas mengaku bahwa data yang disimpan oleh Intel juga menggunakan kata sandi yang mudah ditebak. Hal ini yang membuat kredibilitas Intel sebagai perusahaan komponen dipertanyakan.
 
Dikutip dari ArsTechnica, software engineer bernama Till Kottmann yang pertama kali mengungkap kasus ini lewat akun Twitter miliknya @deleteescape berhasil berkomunikasi dengan sosok yang diduga meretas data milik Intel dan menyebarkannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepadanya, sosok peretas mengaku bahwa semua file filder format .zip yang disimpan oleh Intel dilindungi dengan kata sandi yang mudah ditebak. "Hampir semuanya menggunakana password Intel123 atau versi intel123," tulis sosok peretas tersebut.
 
Kata sandi ini merupakan bentuk yang paling mudah ditebak dan dibobol oleh peretas. Semua perusahaan keamanan siber bahkan selalu mengingatkan siapapun untuk tidak menggunakan bentuk kombinasi kata sandi tersebut.
 
BACA: Data Internal Bocor, Intel Bantah Perusahaannya Dibobol
 
Sang peretas menjelaskan bahwa data Intel tersebut disimpan pada jaringan host milik Akamai CDN yang tidak terlindungi. Dia bahkan mengaku bisa mengubah akses seluruh folder tersebut kepadanya. Meskipun pengakuan ini sempat diragukan tapi dengan melihat data internal yang bocor maka Kottmann meyakini ini adalah data asli milik Intel.
 
Dilaporkan kemarin sekitar 20GB data yang bocor berisi informasi teknis dari produk Intel termasuk rencana kehadiran generasi prosesor terbaru Intel dengan kode Tiger Lake. Pihak Intel membantah bahwa mereka diretas dengan meyakini ada pihak internal yang sengaja membocorkannya.
 
Intel meyakini ada pihak yang memang miliki izin akses ka data internal Intel dan dengan sengaja mengunduhnya. Jadi mereka beranggapan sistem keamanan jaringannya tidak diretas. Di data tersebut terungkap bahwa Intel juga sedang mengerjakan proyek untuk teknologi yang digunakan SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif