Satelit Merah Putih Gantikan Telkom-1

Ellavie Ichlasa Amalia 07 Agustus 2018 17:05 WIB
telkom
Satelit Merah Putih Gantikan Telkom-1
Satelit Merah Putih. (ANTARA FOTO / Audy Alwi)
Jakarta: Satelit telekomunikasi Merah Putih milik Telkom resmi mengudara. Satelit terebut diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX di Cape Canaveral.

Satelit milik Telkom itu dibuat oleh SSL (Space Systems/Loral) di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Menurut Telkom, SSL menyelesaikan pembangunan satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal. Satelit ini akan menggantikan Telkom-1, yang mati secara misterius tahun lalu.

Telkom-1, yang diluncurkan pada 1999, diharapkan tetap bisa beroperasi hingga peluncuran satelit Merah Putih. Namun, satelit itu mati secara mendadak, memaksa Telkom untuk menggunakan satelit lain untuk memulihkan layanan.


"Satelit memiliki peran penting dalam infrastruktur telekomunikasi kami," kata Chief Technology Officer Telkom, Zulhelfi Abidin. "SSL merupakan penyuplai pesawat luar angkasa yang baik dan telah menyelesaikan konstruksi satelit lebih cepat dari jadwal."

Didasarkan pada platform satelit seri 1300, satelit Merah Putih membawa 60 transponder C-band. Ia  akan menjangkau keseluruhan Indonesia dan sebagian dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Satelit ini akan menyediakan layanan internet dan telepon, menurut SSL, lapor Spaceflight Now.

Satelit Merah Putih memiliki bobot 5.800 kilogram, dan ia akan menempati slot orbit di 108 derajat Bujur Timur. Diperkirakan, satelit tersebut akan memiliki umur setidaknya 15 tahun.

Telkom adalah operator Indonesia yang memiliki satelit telekomunikasi paling banyak. Saat ini, mereka memiliki satelit Telkom 2, yang diluncurkan pada 2005, dan Telkom 3S, yang diluncurkan pada 2017, lapor NASA Spaceflight.

Satelit pertama Telkom, Palapa A1 diluncurkan di atas roket Delta 2914 pada Juli 1976. Sementara satelit Palapa A2 diluncurkan delapan bulan kemudian. Empat satelit Palapa B generasi kedua diluncurkan antara 1983 dan 1992.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.