Percobaan Penerbangan Roket Swasta Jepang Kembali Gagal

Ellavie Ichlasa Amalia 02 Juli 2018 09:25 WIB
antariksa
Percobaan Penerbangan Roket Swasta Jepang Kembali Gagal
Percobaan penerbangan oleh Interstellar Technologies berakhir dengan kegagalan. (Jiji Press/AFP/Getty Images)
Jakarta: Percobaan penerbangan roket buatan perusahaan swasta asal Jepang kembali berakhir dengan kegagalan. Pihak Interstellar Technologies mengatakan bahwa roket yang mereka terbangkan pada hari Sabtu jatuh dan terbakar tidak lama setelah ia lepas landas. 

Interstellar Technologies didirikan di Hokkaido, Jepang oleh mantan President Livedoor, Takafumi Horie. Perwakilan perusahaan menyebutkan bahwa roket buatan mereka, Momo-2, meledak pada pukul 5.30 pagi waktu setempat, tidak lama setelah ia diluncurkan.

Menurut laporan Japan Times, Momo adalah roket dengan panjang 10 menter, diamenter 50 centimeter dan bobot 1 ton. Ini adalah kedua kalinya usaha Interstellar Technologies berarkhir dengan kegagalan. 


Pada bulan Juli tahun lalu, mereka berhasil menerbangkan roket Momo-1 mereka hingga ketinggian 100 kilometer. Sayangnya, mereka harus membatalkan misi itu setelah kehilangan kendali atas roket 70 detik setelah penerbangan.

Pada awalnya, Interstellar berencana untuk meluncurkan Momo-2 pada akhir April. Tanggal peluncuran ditunda karena adanya kebocoran nitrogen. Kegagalan ini menunjukkan bahwa betapa sulitnya industri roket swasta untuk berkembang. Anggota tim pengembangan roket ini sangat terkejut dan kecewa. 

"Saya tidak bisa langsung mengerti apa yang terjadi," kata President Interstellar Technologies, Takahiro Inagawa dalam konferensi pers. "Kami tidak bisa melakukan apa yang kami harapkan. Saya merasa bersalah karena itu." Namun, dia mengaku bahwa mereka tidak akan menyerah. 

Senada dengan Inagawa, Horie juga mengatakan bahwa dia tidak akan menyerah. "Kita harus mencari cara untuk memperbaiki diri," katanya. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.