Pakai Apple Watch Saat Mengemudi, Mahasiswa Didenda Rp5,5 Juta
Mahasiswa ditilang dan harus membayar denda akibat menggunakan Apple Watch saat mengemudi.
Jakarta: Kanada menerapakan hukum cukup ketat terkait dengan peluang terganggunya konsentrasi saat mengemudi.

Hal ini terlihat pada insiden mahasiswa University of Guelph Victoria Ambrose yang dihentikan oleh polisi akibat menggunakan Apple Watch untuk memeriksa waktu saat mengemudi.

Sang polisi menyebut bahwa dirinya melihat kilauan kecil dari dalam mobil, dan mendapati Ambrose menatap ke arah bawah selama empat kali.


Selain itu, sang polisi juga menyebut bahwa saat Ambrose berhenti di lampu merah, dirinya tidak berjalan maju hingga polisi mengarahkan lampu ke mobilnya.

Pengacara yang mewakili Ambrose menyebut bahwa hukum mengemudi dengan fokus tidak penuh, yang diterapkan pada tahun 2009 akibat pertumbuhan ponsel mobile, tidak berlaku pada kasus ini karena membutuhkan seseorang pada perangkat mobile untuk mengaktifkan layar, dan mengetuknya lagi untuk menonaktifkannya.

Selain itu, pengacara Ambrose juga menyebut bahwa jam tangan tersebut tidak terhubung dengan perangkat komunikasi. Pembelaan tersebut juga mengemukakan bahwa karena smartwatch yang dikenakan Ambrose memenuhi kualifikasi untuk dipertimbangkan sebagai perangkat hands-free yang secara aman dipasang di mobil.

Seluruh argumen yang disuguhkan sebagai pembelaan ditolak oleh badan hukum bertajuk Justice of Peace.

Llyod Philips memutuskan bahwa Apple Watch masih merupakan perangkat komunikasi, dan meski terpasang dengan baik di tangan pengguna, perangkat ini masih berpeluang untuk mengganggu konsentrasi pengemudi layaknya sebuah ponsel dipasangkan di pergelangan tangan seseorang.

Tindakan penggunaan Apple Watch saat mengemudi ini mengganjar Ambrose denda sebesar USD400 (Rp5,5 juta).

Kemudian, pengacara Ambrose menyebut bahwa hukum tersebut perlu lebih spesifik terkait dengan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan penggunaan teknologi baru saat mengemudi.



(MMI)