IGTV, Senjata Instagram Lawan YouTube
Founder & CEO Instagram Kevin Systrom.
Jakarta: Dalam sebuah acara yang digelar Instagram semalam di San Fransisco, Amerika Serikat, mereka mengumumkan satu fitur yang akan membuat YouTube sebagai kanal video on-demand merasa cemas.

Instagram mengumumkan bahwa mereka menghadirkan fitur sekaligus platform untuk video dengan jangka durasi yang lebih panjang dari Instagram Stories dengan nama IGTV. Kabarnya durasai video yang disajikan akan mencapai durasi stau jam.

Layaknya YouTube, IGTV menurut CEO Instagram Kevin Systrom menjadi langkah evolusi dari konten video di Instagram dan semua pengguna bisa menjadi konten kreator di platform di dalamnya.


IGTV hadir langsung di dalam aplikasi Instagram, dan menariknya mereka tetap mempertahankan video format vertikal.



Di blog resmi mereka, Instagram menyebutkan bahwa di tahun 2021 mobile video tercatat mendominasi trafik layanan data hingga 78 persen, dan diprediksi audiens muda akan lebih banyak berkolaborasi dengan konten kreator ketimbang kalangan profesional.

Pihak Instagramn sendiri menyatakan bahwa fitur ini sudah dirilis untuk platform iOS dan Android tapi berdasarkan pantauan Belum semua pengguna smartphone Android maupun iPhone sudah menjajal fitur ini, kemungkinan masih terbatas di kawasan negara tertentu.



Dari foto yang ditampilkan oleh TechCrunch, IGTV akan memiliki tampilan yang sedikit berbeda dari Instagram Stories tapi sama-sama dioperasikan dengan cara menyapukan jari ke arah kanan untuk menggeser video selanjutnya. Video akan terputar secara otomatis seperti Instagram Stories.

Setiap pengguna yang memiliki untuk follow atau subscribe akun kreator tertentu juga akan mendapatkan notifikasi saat akun tersebut mengunggah video terbaru. Pihak Instagram menyatakan bahwa mereka belum akan memonetisasi fitur ini, sehingga konten kreator tidak akan mendapatkan bayaran dari Instagram maupun menghadirkan iklan di dalamnya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.