Red Hat: Open Source Ibarat Air
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018
Bali: Dalam acara Red Hat Partner Conference APAC 2018, pihak Red Hat menekankan pentingnya open source untuk korporasi.

Banyak keuntungan yang bisa diambil, dan tentunya memberikan rasa aman kepada perusahaan, yang pada akhirnya berujung pada kepuasan konsumen. Hal ini disampaikan oleh Damien Wong, Vice President & General Manager, Asian Growth & Emerging Market Red Hat.

Untuk menjelaskan secara mudah, Damien memberi satu contoh. “Open source itu ibarat air. Air berasal dari berbagai sumber. Namun, banyak orang yang tidak ingin meminumnya langsung. Bisa saja ada air itu tidak bersih. Kemudian, ada perusahaan yang bersedia mengolah air tersebut agar aman dikonsumsi.”


Setelah itu, Damien mengatakan bahwa air yang telah melalui proses tersebut baru bisa dibeli konsumen. “Ini karena mereka telah merasa aman untuk meminumnya. Perusahaan penyedia air tersebut juga memberikan jaminan.”

Open source memberikan akses bebas kepada perusahaan dalam menciptakan sistem yang sesuai untuk karyawannya dan konsumen.

“Perusahaan bisa mencoba lebih dulu, menggarap sistem yang tepat. Jika sudah cocok, mereka baru bisa bayar,” kata Damien.

Ia juga menekankan bahwa open source punya keuntungan dari segi biaya, tidak perlu repot membeli infrastruktur yang pada akhirnya berakhir tak terpakai di gudang. Di saat yang sama, perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan CAPEX berlebih untuk infrastruktur tim IT.

Ini juga menjadi salah satu alasan open source merupakan pilihan utama startup, yang secara finansial kalah jauh dari korporasi besar. Open source bisa menjadi ujung tombak perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.