Banyak keuntungan yang bisa diambil, dan tentunya memberikan rasa aman kepada perusahaan, yang pada akhirnya berujung pada kepuasan konsumen. Hal ini disampaikan oleh Damien Wong, Vice President & General Manager, Asian Growth & Emerging Market Red Hat.
Untuk menjelaskan secara mudah, Damien memberi satu contoh. “Open source itu ibarat air. Air berasal dari berbagai sumber. Namun, banyak orang yang tidak ingin meminumnya langsung. Bisa saja ada air itu tidak bersih. Kemudian, ada perusahaan yang bersedia mengolah air tersebut agar aman dikonsumsi.”
Setelah itu, Damien mengatakan bahwa air yang telah melalui proses tersebut baru bisa dibeli konsumen. “Ini karena mereka telah merasa aman untuk meminumnya. Perusahaan penyedia air tersebut juga memberikan jaminan.”
Open source memberikan akses bebas kepada perusahaan dalam menciptakan sistem yang sesuai untuk karyawannya dan konsumen.
“Perusahaan bisa mencoba lebih dulu, menggarap sistem yang tepat. Jika sudah cocok, mereka baru bisa bayar,” kata Damien.
Ia juga menekankan bahwa open source punya keuntungan dari segi biaya, tidak perlu repot membeli infrastruktur yang pada akhirnya berakhir tak terpakai di gudang. Di saat yang sama, perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan CAPEX berlebih untuk infrastruktur tim IT.
Ini juga menjadi salah satu alasan open source merupakan pilihan utama startup, yang secara finansial kalah jauh dari korporasi besar. Open source bisa menjadi ujung tombak perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News