Email berisi malware yang tersembunyi dalam file dokumen di bagian attachment.
Email berisi malware yang tersembunyi dalam file dokumen di bagian attachment.

Microsoft: Beredar Email Berisi Malware, Jangan Dibuka

Teknologi microsoft cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 10 Juni 2019 14:00
Jakarta: Setiap pemilik email tidak pernah luput dari email palsu yang berisi malware. Email ini biasanya dikirim oleh alamat yang tidak pernah dikenal, namun terkesan sebagai email resmi dari sebuah lembaga atau perusahaan.
 
Microsoft menyebarkan peringatan atas serangan malware yang bersembunyi dibalik email asing. Microsoft memberikan peringatan karena malware tersebut disembunyikan dalam bentuk dokumen sehingga memanfaatkan aplikasi milik Microsoft.
 
Dikutip dari Bleeping Computer, email berisi malware tersebut disimpan dalam dokumen jenis .RTF yang menggunakan aplikasi dokumen di Microsoft Office maupun Wordpad. Ternyata, ada celah keamanan di Office yang membuat file ini bisa dibuka dengan mudah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pernyataan Microsoft di situs resmi, terdapat celah keamanan bernama CVE-2017-11882 di kedua software yang disebutkan di atas. Hal ini memungkinkan file dokumen berisi malware yang dibuka mampu menjalankan perintah serangan hanya dengan sekadar membuka file tersebut.
 
Microsoft: Beredar Email Berisi Malware, Jangan Dibuka
 
Dari tampilan yang di situs Bleeping Computer diperlihatkan bahwa dokumen tersebut hanya berisi susunan huruf dan angka yang tidak bisa dibaca. Pihak Microsoft menyebutkan malware di dalamnya menjalankan beragam program atau script.
 
Kumpulan script yang berjalan tanpa diketahui membuat perangkat yang terserang mengunduh komponen file yang dibutuhkan untuk melancarkan serangan. Dilaporkan bahwa serangan ini bisa sampai merebut kontrol penuh atas perangkat.
 
Sejauh ini laporan yang beredar menyebut serangan email berisi malware tersebut banyak ditemukan oleh pengguna di negara kawasan Eropa. Email tersebut hadir dengan dokumen yang menggunakan beragam bahasa di benua tersebut.

 
Belum diketahui pelaku penyebar serangan malware ini, namun ini pernah terjadi di 2017. Serangan serupa di 2017 pernah ditemukan oleh Microsoft dan celah keamanan di software Microsoft Office dan Wordpad sudah ditambal.
 
Anehnya, hal ini justru kembali terjadi. Di tahun 2017 serangan tersbebut banyak ditemukan pada pengguna di kawasan Asia Tengah. Saat ini belum diketahui apakah serangan tersebut masih berkaitan dengan serangan tahun ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif