TSMC bersikukuh akan terus mengirimkan semikonduktor penting untuk Huawei Technologies.
TSMC bersikukuh akan terus mengirimkan semikonduktor penting untuk Huawei Technologies.

TSMC Tetap Buat Chip untuk Huawei

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 27 Mei 2019 13:34
Jakarta: Perusahaan kontrak pembuat prosesor terbesar dunia bersikukuh akan terus mengirimkan semikonduktor untuk Huawei Technologies. Mereka yakin, tidak akan mendapat hukuman dari Amerika Serikat walau Washington telah membatasi kerja sama antara perusahaan AS dengan Huawei.
 
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menjadi pemasok utama pertama Huawei yang menentukan untuk mendukung perusahaan Tiongkok itu setelah menerima saran dari firma hukum AS terkemuka, yang menolak disebutkan namanya.
 
Menurut laporan Nikkei Asian Review, TSMC menyebut pada simposium teknologi meski properti intelektual dan bahan yang digunakan untuk pengembangan semikonduktor akan menjadi subjek dari pembatasan yang Amerika Serikat tetapkan pada Huawei, peralatan pembuatan chip diklaim tidak berada di bawah peraturan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Itu artinya, menjual chip pada Huawei sebagai perusahaan Tiongkok tidak mengharuskan TSMC untuk meminta lisensi dari pemerintah AS.
 
Toshiba juga menyebut bahwa perusahaannya masih melanjutkan seluruh pendistribusian komponen elektronik kepada Huawei. Mereka tidak mengatakan secara pasti produk yang dipasok kepada Huawei, tapi salah satunya adalahchip integrasi skala besar yang digunakan untuk memproses data secara besar-besaran dalam waktu.
 
Perusahaan Jepang itu sebelumnya melakukan penundaan pada pendistribusian produk tertentu, namun kini menyimpulkan bahwa perusahaannya tidak melanggar batasan yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat.
 
Sementara itu, Panasonic akan melanjutkan distribusi produk yang tidak melanggar batasan yang telah Amerika Serikat tetapkan terhadap Huawei. Produsen komputer asal Tiongkok, Lenovo Group, juga mengaku akan meneruskan transaksinya dengan Huawei.
 
Pemberitaan ini menjadi angin segar untuk Huawei, yang beberapa hari terakhir kehilangan kerja sama dengan sejumlah pemasok seperti Google, Arm Holdings, dan Infineon untuk sejumlah distribusi dan layanan akibat khawatir melanggar peraturan baru dari pemerintah AS.
 
Sejumlah operator telekomunikasi di Eropa dan Asia juga mengumumkan tidak akan menjual smartphone baru Huawei akibat ketidakpastian akses ke sistem operasi Google Android. Beberapa pengumuman belakangan menimbulkan pertanyaan terkait kemampuan Huawei dalam mempertahankan posisinya sebagai pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan produsen smartphone terbesar kedua.
 
Perusahaan asal Tiongkok ini menyebut telah mulai mempersiapkan rencana cadangan sejak beberapa bulan lalu, termasuk menimbun inventori dan memperluas kapasitas dengan pemasok alternatif, yang saat ini tengah diimplementasikan.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif