Ilustrasi. (Wikimedia Commons)
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Jumlah Korban Malware Pencuri Password Naik

Teknologi cyber security kaspersky
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Juli 2019 13:37
Jakarta:Jumlah malware yang bertujuan untuk mencuri password Anda kini meningkat pesat, menurut laporan terbaru dari Kaspersky.
 
Pada semester satu 2018, jumlah orang yang menjadi target dari malware pencuri password kurang dari 600 ribu orang. Sementara pada periode yang sama pada 2019, angka itu naik menjadi lebih dari 940 ribu orang. Itu artinya, ada kenaikan sebesar 60 persen, lapor CNET.
 
Malware yang mencuri data ini tidak hanya menargetkan password, tapi juga data sensitif lain seperti nomor kartu kredit dan informasi autofill menggunakan celah keamanan pada peramban. Dari semua korban serangan malware, 25 persen menjadi korban dari Azorult, malware pencuri password yang paling sering diperjualbelikan di forum Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menariknya, kebanyakan serangan ini ditujukan pada desktop.
 
Menurut Kaspersky, alasannya adalah karena kebanyakan file penting tetap pengguna simpan di desktop. Data-data penting yang hendak dicuri kriminal siber antara lain password yang sering digunakan oleh pengguna.
 
Salah satu cara untuk menghindari pencurian password adalah dengan tidak menggunakan fitur penyimpan atau autofill password pada peramban. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan password manager.
 
Password manager akan membantu Anda untuk membuat dan mengingat password yang kuat. Terkadang, ia akan menyimpannya dengan enkripsi. Dengan begitu, password Anda akan lebih sulit untuk ditebak dan Anda tidak harus mengingat semua password yang Anda gunakan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif