Jasnita Sudah Kembalikan Izin Penggunaan Frekuensi

Ellavie Ichlasa Amalia 20 November 2018 09:26 WIB
kominfo
Jasnita Sudah Kembalikan Izin Penggunaan Frekuensi
Ilustrasi.
Jakarta: PT. Jasnita Telekomindo telah mengembalikan izin frekuensi radio yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin, 19 November 2018 pagi.

Alasannya karena mereka telah menunggak pembayaran BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi radio selama dua tahun, yaitu pada 2016 dan 2017. Total tunggakan beserta denda yang harus mereka bayar adalah Rp2.197.782.790.

"Sebagai perusahaan menengah yang sedang berkembang, kami tidak ingin melanggar hukum dengan tetap mempertahankan izin frekuensi radio tersebut dengan tidak membayar kewajiban kepada negara," tulis pihak Jasnita dalam pernyataan resminya.


Jasnita juga menyebutkan bahwa para pelanggan mereka tidak perlu khawatir karena layanan akan berjalan seperti biasa. Mereka telah mengalihkan pelanggan yang menggunakan frekuensi 2,3GHz ke layanan lain.

Mereka menyebutkan telah menggunakan frekuensi tanpa lisensi sejak tahun lalu sejak Kemenkominfo mencanangkan konsolidasi BWA (Broadband Wireless Access).

Sebelum ini, Jasnita hanya menggunakan frekuensi 2,3GHz secara regional. Mereka menawarkan layanan call center, internet teleponi untuk keperluan publik (ITKP), ISP, dan calling card. Selain itu, mereka juga menawarkan layanan berbasis cloud.

Selain Jasnita, PT Internux dan PT First Media juga memiliki tunggakan BHP frekuensi radio. Pada awal minggu lalu, Kominfo menyebutkan bahwa keduanya memiliki waktu hingga Sabtu, 17 November untuk melunasi tunggakan mereka.

Namun, karena keduanya tidak membayar hingga tenggang waktu yang telah ditetapkan, Kominfo mencabut izin frekuensi untuk Bolt dan First Media.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.